Pasca Tsunami, Industri Pariwisata di Tanjung Lesung Berangsung Pulih

0
Tanjung-Lesung

Tanjung Lesung menjadi salah satu objek wisata di Selat Sunda yang terkena terjangan tsunami pada Sabtu (22/12/2018) lalu.  Pasca tsunami, tidak ada  lagi aktivitas di Tanjung Lesung, yang ada hanya puing-puing dan bangunan yang roboh akibat terhantam tsunami.

Namun setelah kurang lebih 10 hari musibah itu terjadi, aktivitas bisnis pariwisata  di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung sudah berangsung  pulih . Hal itu, diperlihatakn dengan mulai beroperasinya sejumlah hotel di kawasan ini.

Direktur Utama PT Jababeka Tbk. Setyono Djuandi Darmono bersyukur industri pariwisata di Tanjung Lesung sudah dapat menjalankan aktivitasnya. “ “Meski tentu masih seadanya,” kata Setyono usai menghadiri acara doa bersama untuk korban tsunami di Menara Batavia, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2018).

Seperti diketahui Jababeka, melalui anak usahanya, PT Banten West Java, merupakan pengelola KEK Tanjung Lesung, di pesisir barat Kabupaten Pandeglang, Banten, yang ikut terkena terjangan gelombang tsunami.

Setyono menjelaskan  hotel-hotel di kawasan ini sudah menerima tamu. Tamu yang datang diantaranya adalah warga negara asing yang datang untuk melakukan riset tentang tsunami di Selat Sunda. Selain itu, para  warga asing ini juga ada yang  berprofesi sebagai relawan yang datang untuk membantu menjalankan bantuan escavator dari Australia.

Setyono sudah mengintruksikan kepada jajarannya bawa seluruh karyawan PT Banten West Jawa harus tetap dikerjakan. Hal itu dilakukan untuk memperingat beban para karyawan karena tak sedikit karyawan yang juga menjadi korban tsunami.

Setyono menegaskan bawa PT Banten West Jawa harus tetap beroperasi mengelola Tanjung Lesung,  Termasuk hotel-hotel yang ada disini. Jika PT Banten West Jawa dan hotel-hotel ditutup akibat terkena tsunami maka Pandeglang akan kehilangan pemasukan, pasalnya pajak yang dibayarkan PT Banten West Jawa cukup besar untuk membantu masyarakat sekitar.

Sementara itu, untuk pembersihan puing-puing di kawasan Tanjung Lesung hingga hari ini, Rabu (2/1/2019) masih dilakukan.  Selain petugas dari yang dikerahkan dari Jababeka, pembersihan ini juga dilakukan dari  unsur lain yang dikerahkan Pemerintah setempat.

KEK Tanjung Lesung sendiri memiliki luas 1.500 ha (hektare). Dimana 158 ha di antaranya sudah dibangun. Dari 158 ha ini, hanya 8 ha saja yang mengalami kerusakan. “Kami masih bersihkan dan diharapkan, pertengahan Januari hotel-hotel sudah bisa operasional dengan normal,” kata Setyono.

untuk menangani imbas bencana tsunami di Selat Sunda. Tim Tourism Crisis Center (TCC) Kemenpar pun telah diterjunkan untuk melakukan monitoring dan pendataan terkait dampak tsunami Selat Sunda terhadap pariwisata di Banten dan Lampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *