Untuk Optimalkan Pariwisata Bali, Kapasitas Bandara Ngurah Rai Diperbesar 76%

0
turis-asing-masih-tertahan-di-bandara-ngurah-rai

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menjadi salah satu bandara tersibuk di  Indonesia. Bandara ini selalu dibanjiri penumpang, baik penumpang domestik maupun mancanegara. Kebanyakan penumpang-penumpang tersebut adalah wisatawan yang ingin menikmati keindahan Bali.

Melihat penumpang yang  tiba atau meninggalkan Bandara Ngurah Rai terus melonjak,  PT Angkasa Pura I (AP I) tidak berdiam diri. AP I akan  memperbesar kapasitas bandara Ngurai Rai sebesar 76 persen. Jika dinominalkan maka 76 persen itu, dapat menampung penumpang 37 juta orang dari kapasitas sekarang yang hanya 21 juta orang pertahun.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan diperbesarnya kapasitas bandara ini sudah menjadi keharusan karena Bali merupakan kiblat pariwisata Indonesia, yang selalu dibanjiri wisatawan.

“Bandara Ngurah Rai ini memang harus ditingkatkan kapasitasnya. Sebab, pergerakan penumpang di Ngurah Rai positif. Penambahan kapasitas ini juga sebagai daya dukung terhadap pariwisata Bali. Sebab, Bali ini memiliki target wisman yang besar di 2019,” ungkap Faik, Selasa (1/1/2019).

Pergerakan penumpang yang menggunakan Bandara Ngurah Rai memang menjanjikan. Sepanjang Januari hingga September 2018, bandara ini dilewati 4,61 Juta wisman. Jumlah ini naik 1,32% dari arus wisman direntang sama 2017. Angka riilnya 4,55 Juta wisman. Pada rentang 2018 itu, sebanyak 1,1 Juta adalah wisatawan Tiongkok. Wisatawan Eropa berjumlah 1,1 Juta dengan 3 besar Inggris, Prancis, Jerman.

Demi mendukung target kunjungan wisman nasional pada 2019, Pulau Dewata pun diberi beban 8 Juta wisman. Jumlah tersebut memenuhi slot 40% dari total target nasional 20 Juta wisman.

“Transportasi udara ini sesuatu yang vital. Sebab, sebagian besar wisman menggunakan jalur udara saat masuk ke Bali. Untuk itu, penambahan kapasitas Bandara Ngurah Rai jadi opsi terbaik,” terang Faik lagi.

Ada beberapa treatment yang dilakukan Angkasa Pura I. Seperti memperpanjang runway sekitar 400 Meter. Runway ini nantinya akan memiliki panjang total 3.400 meter. Dengan panjang ini, Bandara Ngurah Rai pun bsia didarati pesawat terbesar Airbus A-380. Pesawat raksasa ini memiliki kapasitas penumpang 500 orang.

“Penambahan panjang runway 400 Meter ini sangat ideal. Sebab, kami harus mengakomodir kebutuhan pesawat berbadan lebar. Kehadiran pesawat besar seperti Airbus A-380 tentu sangat efektif karena daya angkutnya besar,” kata Faik.

Proses pengerjaan perpanjangan runway 400 Meter ditarget kelar periode 2022/2023. Selain menambah panjang runway-nya, Bandara Ngurah Rai juga terus melakukan pengembangan terminal penumpang. Selain itu, bandara juga melakukan pengembangan apron dengan luas 35 Hektar. Pengembangan apron sebelumnya dilakukan guna mengakomodir kebutuhan pertemuan IMF dan Bank Dunia seluas 8 hektar.

“Pengembangan bandara Ngurah Rai ini dilakukan secara menyeluruh. Dengan begitu, semuanya akan optimal. Pelayanan penerbangan juga makin bagus dan nyaman. Sebab, peminat maskapai dunia masuk ke Bali saat ini sangat tinggi. Mereka harus mengantre agar bisa masuk ke Bali,” ujarnya lagi. (Sumber GenPI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *