Peletakan Batu Pertama Pabrik Kelapa Sawit di Desa Kapuk, Mulkan : Ini Salah Satu Diskusi yang Terealisasi

0
IMG_20191207_012520

Pembangunan pabrik kelapa sawit milik PT. Mutiara Agro Sejahtera di Desa Kapuk, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka resmi dibangun yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Bangka, Mulkan, SH.MH pada Jumat (6/12/2019).

Orang nomor satu di Bangka itu menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas dukungan para owner untuk berinvestasi di Kabupaten Bangka ini.

” Ini salah satu langkah bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya pendapatan ekonomi kerakyatan masyarakat,” ungkap Bupati.

Bupati berharap dengan berdirinya pabrik ini harus ada komitmen bersama untuk menjamin dan menjaga ketertiban, keamanan serta kenyamanan investasi ini. sehinga nantinya menjadi tempat bagi masyarakat untuk menjual hasil panen tandan buah segar (TBS) sawit dan otomatis dapat menambah pendapatan sebagai penghasilan warga khususnya Desa Kapuk dan Neknang.

“Investasi ini harus ada komitmen bersama untuk menjamin dan menjaga ketertiban,keamanan serta kenyamanan para investor dalam menjalankan perusahaannya,” harapnya.

Dijelaskan Bupati Bangka, pada tahun 2018 yang lalu, setelah 3 bulan kami menjabat Bupati dan Wakil Bupati Bangka. saat itu terjadi penurunan harga sawit yang signifikan dan menjadi salah satu diskusi saya kepada para owner yakni Rudianto Tjen dan Thomas Jusman untuk mendirikan pabrik sawit ini.

” Pada saat panen raya, hasil TBS sawit masyarakat sangat berlimpah. sehingga pabrik yang ada sekarang menjadi over produksi dan pada tahun 2018 yang lalu, setelah 3 bulan Kami menjabat Bupati dan Wakil Bupati Bangka. terjadi penurunan harga sawit yang signifikan dan menjadi salah satu diskusi saya selaku Bupati Bangka kepada para owner yakni Rudianto Tjen dan Thomas Djusman untuk mendirikan pabrik sawit. dengan berdirinya pabrik sawit ini, menjadikan salah satu diskusi yang terealisasi,” ujar Mulkan.

Sementara itu, Thomas Jusman owner PT MAS saat diwawancara beberapa awak media, mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bangka beserta OPD terkait. Kepala Desa, Tokoh masyarakat, khususnya masyarakat Desa Kapuk dan Neknang yang turut mendorong terealisasi pembangunan pabrik ini.

“Luas area pengembangan pabrik kelapa sawit ini kurang lebih 86 Hektar dan pembangunan pabrik sendiri seluas 12 Hektar, namun untuk pembangunan pabriknya kita targetkan rampung selama 15 bulan kalau tidak ada hambatan awal tahun 2021 pabriknya sudah dapat beroperasi,” jelas Thomas Jusman yang juga menjabat sebagai Ketua KADIN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam kesempatan ini juga, Thomas Jusman mengatakan
multiplier effect dari pembangunan pabrik ini sangat jelas berdampak nyata ke masyarakat selain meningkatkan pendapatan ekonomi dan juga masyarakat tidak perlu khawatir dalam hal penyaluran hasil panen sawit karena PT. MAS siap menampung hasil panen masyarakat.

” Dengan adanya pabrik ini dampaknya sangat nyata kepada masyarakat tentunya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi. Jadi masyarakat tidak usah khawatir lagi mau menyalurkan kemana hasil panen TBS Sawit,karena kami akan siap menampung agar kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. seperti Visi Misi Bangka Setara Sejahtera dan Mulia,” terang Thomas.

Rudianto Tjen yang juga owner PT MAS mengatakan kehadiran pabrik kelapa sawit di desa Kapuk tersebut merupakan salah satu langkah dalam mengatasi permasalahan yang di alami oleh petani sawit.

“Jadi tujuan didirikan pabrik ini adalah dari kita untuk kita, untuk mengatasi masalah kita yang sekarang ini kita alami bersama,” ujar Politisi PDI Perjuangan ini.

Diakui Rudi sapaan akrab Rudianto Tjen, menuturkan bahwa latar belakang berdirinya pabrik sawit tersebut.

“Ini adalah pengalaman saya pribadi karena saya juga seorang petani sawit, jadi kalau hasil panen lagi banyak harganya pasti turun bahkan sampai tidak ada yang mau beli, itulah kenapa pabrik sawit ini kita dirikan,” pungkas Anggota Komisi I DPR RI dapil Babel tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *