DestinationHeadline NewsTourismTransportation

Pelindo III Tambah Investasi Rp 100 Miliar Untuk Pembangunan Marina di Banyuwangi

Pelindo III akan menambah investasi sebesar Rp 100 miliar untuk pembangunan Marina di Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur. Sebelumnya investasi yang dikukuhkan Pelindo III hanya Rp 200 miliar dan dengan penambahan ini total investasi yang dikucurkan mencapai Rp 300 miliar.

Dengan penambahan investasi ini, maka pembangunan Marina ditargetkan selesai pada dua bulan ke depan dan setelah itu dapat segera beroperasi.

“Untuk ponton dan yacht (di Marina Boom), saya rasa dua bulan sudah bisa selesai. Sehingga, nanti bisa mengenalkan Banyuwangi kepada para wisatawan,” jelas Direktur Utama Pelindo III, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra saat berkunjung ke Banyuwangi, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Pria yang akrab di sapa Ari Askhara mengatakan Pelindo III tidak hanya membangun Marina, tetapi Pantai Boom juga  akan dilengkapi pelabuhan kapal Katamaran yang akan menjadi moda transportasi alternatif yang menghubungkan Banyuwangi langsung ke Benoa, Bali.

Ari mengakui keberadaan satu pelabuhan yakni Pelabuhan Ketapang untuk menghubungkan Banyuwangi ke Benoa membuat  kepadatan di pelabuhan tersebut. Sedangkan penerbangan dari Bandara Blimbingsari Banyuwangi terkendala slot time di Bandara Ngurah Rai, Bali yang padat.

Karena kehadiran pelabuhan Katamaran menjadi solusi untuk memecah permasalahan tersebut.

“Kendaraan dari Pulau Jawa tidak perlu lagi lewat jalan darat tapi bisa langsung ke Benoa Bali melewati pelabuhan katamaran. Ditargetkan sebelum ulang tahun kami (Pelindo III) pada 1 Desember sudah bisa beroperasi,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi langkah cepat Pelindo III. Meski pembangunan Marina Boom sempat meleset dari target semula karena adanya perubahan Rencana Induk Pelabuhan, tapi komitmen untuk pengembangan di Banyuwangi akan terus dipercepat.

“Semenjak awal kita ingin bersinergi dan berkolaborasi dalam mengembangkan Banyuwangi. Jadi, ini bagus. Pelindo III menjadikan Banyuwangi salah satu prioritas pembangunan,” ungkap Anas.

Dengan adanya aksesibilitas antara Banyuwangi dan Bali di jalur laut, harap Anas, bisa mendukung pengembangan pariwisata di Banyuwangi. “Ini penting untuk aksesibilitas para wisatawan dari Bali yang ingin ke Banyuwangi. Sehingga tak lagi sulit dalam proses perpindahannya,” imbuhnya.

Selain itu, pengembangan Marina Boom ini juga bisa beriringan dengan pengembangan Bandara Blimbingsari yang ke depannya ditangani langsung oleh PT Angkasa Pura II.

“Jadinya, kalau Bandara Blimbingsari menjadi pendukung bandara di Bali dalam acara World Bank besok, tidak perlu berpikir ulang akses ke Balinya. Karena telah ditunjang dengan adanya Marina ini,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button