Pembangunan di Wisata Raja Ampat Belum Dirasakan Masyarakat Adat

0
RA3
Ketua Dewan Adat Raja Ampat Paul Fincen Mayor menegaskan bahwa pembangunan di Raja Ampat, Papua Barat, yang merupakan tujuan wisata yang sedang didorong oleh pemerintah pusat agar dapat menyuguhkan standar wisata bahari kelas dunia belum menyentuh dan menguntungkan masyarakat adat. Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Adat Byak Betew yang digelar 19-21 Agustus 2017 di Kampung Saukabu.
 
“Pengembangan wisata laut di seluruh titik tujuan pariwisata Raja Ampat belum dapat dirasakan langsung masyarakat adat. Begitupun seluruh agenda festival di Raja Ampat, termasuk Festival Bahari Raja Ampat, belum dinikmati masyarakat adat,” ungkap Paul Mayor dalam siaran persnya yang diterima Redaksi EL JOHN News.
 
Masyarakat adat hanya menjadi penonton pembangunan. Sehingga, menurut Paul Mayor, praktis tujuan wisata Pianemo saja yang baru melibatkan masyarakat adat penduduk sekitar, yaitu Kampung Saukabu, Kampung Saupapir dan Kampung Paam. Hal tersebut bisa terjadi karena masyarakat adat dari tiga kampung tersebut berani bernegosiasi dengan pemerintah Raja Ampat agar pengelolaan Pianemo melibatkan mereka.
 
Namun begitu, pemerintah belum banyak memberikan dukungan fasilitas wisata bahari standar internasional kepada masyarakat adat untuk mengelola secara mandiri. Hal inilah yang menjadikan tujuan wisata Raja Ampat terkesan sangat mahal untuk diakses pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
 
Selain itu, pentingnya keterlibatan masyarakat adat adalah upaya terus-menerus yang harus dilakukan dalam menjaga kelangsungan alam agar tidak dirusak dan dieksploitasi secara berlebihan.
 
“Sebelum kami dari Kampung Saukabu, Saupapir dan Paam terlibat dalam mengembangkan wisata di kawasan Pianemo dan sekitarnya, banyak aktivitas illegal fishing ataupun nelayan yang menggunakan bom ikan,”kata Kepala Kampung Saukabu Ariel Fakdawer.
 
Ariel menegaskan bahwa praktik-praktik ilegal yang merusak alam ini tidak dilakukan oleh penduduk asli ketiga kampung. Justru, kami bersama-sama melakukan patroli rutin mingguan agar perusakan alam tidak terjadi lagi. 
 
Hal lain yang menjadi perhatian Paul Mayor yang juga menjadi Ketua Dewan Adat Byak Betew adalah pentingnya pemerintah daerah dan pusat dalam menyelenggarakan pembangunan untuk tidak mengenyampingkan Papua Barat sebagai Daerah Otonomi Khusus yang masih sangat menjunjung hukum adat. Sehingga, pelibatan masyarakat adat oleh pemerintah menjadi kemestian.
 
Berikut adalah Siaran Pers hasil dari musyawarah adat yang berlangsung di Kampung Saukabu, Raja Ampat: 
 
Kankain Karkara Byak Betew
Raja Ampat, 21 Agustus 2016
 
Atas selesainya Kankain Karkara Byak Betew (Musyawarah Adat Byak Betew) yang terdiri dari tiga kampung, Saukabu, Saupapir dan Pam yang berlangsung pada 19 – 21 Agustus 2017 maka dengan ini kami atas nama masyarakat adat menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:
 
1.      Bahwa dengan ini kami bersepakat untuk secara bersama-sama mendorong diresmikannya 3 Kampung sebagai Kampung Adat sekaligus menjadi Tujuan Wisata Adat Raja Ampat.
2.      Dalam rangka mewujudkan hal tersebut kami menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada berbagai pihak:
a.      Memenuhi kebutuhan infrastruktur daerah seperti kebutuhan listrik dan komunikasi. Hal ini menuntut adanya perhatian khusus Pemkab Raja Ampat maupun Pusat.\
b.      Mengembangkan insfratruktur transportasi dari Sorong – Waesai – Pianemo agar memudahkan wisatawan berkunjung di Pianemo dan tiga kampung (Paam, Saukabu dan Saupapir) sebagai daerah transit.
c.       Membangun dermaga di Kampung Saukabu sebagai sarana pelabuhan penduduk dan wisatawan.
d.      Membangun kantor perwakilan bank, baik bank negara maupun bank swasta,untuk memudahkan penduduk dan wisatawan dalam bertransaksi.
3.      Membangun jalan lingkar aspal Paambemuk untuk memudahkan transportasi masyarakat maupun wisatawan.
4.      Untuk mengembangkan bisnis lokal masyarakat adat kampung Saukabu maka kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama BUMD Raja Ampat dan pemerintah pusat.
5.      Agar keberadaan masyarakat Adat Byak Betew dikenal masyarakat luas baik lokal maupun mancanegara, maka kami akan melakukan proyek literasi untuk menulis buku-buku tentang masyarakat adat Byak Betew

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *