CultureHeadline NewsTourism

Pembukaan Festival Biak Munara Wampasi-V di Biak Berlangsung Meriah

Pembukaan salah satu Kalender Event Nasional 2017 Festival Biak Munara Wampasi-V Biak, 1-4 Juli 2017.
Event ini dibuka langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti dan Bupati Biak Numfor Papua, Thomas Alfa Edison Ondi.

Pembukaan digelar di Nirmala Beach Hotel, Biak. Dalam perhelatan ini ada kegiatan menangkap ikan tradisional di air laut yang surut (snapmor). Atraksi budaya berjalan di atas batu panas (Apen Beyeren). Dan yang suka bahari, ada lomba perahu tradisional waimansusu dan wisata ke objek di Kepulauan Padaido/Aimando serta lomba foto bawah laut.

Selain itu ada juga Pameran Anggrek, Photography Tour, Diving, Parade Wor Yospan, Lomba Lari 10 K, Tour Padaido, Workshop Photography, Snapmor, dan sebagainya.

Di Festival ini akan disajikan budaya asli orang Papua ditambah dengan beragam keunikan yang ada kawasan di sekitar Biak.

“Yang ingin merasakan sensasi keindahan alam dan budaya Papua, silakan tonton Festival BMW di Biak,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya pada kesempatan terpisah.

Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, memang luar biasa dalam hal atraksi. Letak kawasan dipagari panorama Laut Pasifik. Serta gugusan Kepulauan Biak Numfor yang asri tertutup hutan hujan serta beranekaragam fauna seperti spesies burung endemik serta kekayaan bahari yang melimpah.

Untuk wisata sejarah sendiri adalah ketika Kesultanan Tidore yang menguasai kepulauan ini pada awalnya, lalu menjadi medan perang antara tentara Sekutu dan Jepang pada Perang Dunia II, serta sempat dibombardir oleh Amerika Serikat pada 29 Mei 1944. Selanjutnya, pada 2005 Pemerintah Rusia ingin menjadikan Biak sebagai lokasi peluncuran roket dan satelit dikarenakan lokasi yang snagat strategis. Selain itu Bandara di Biak juga pernah disinggahi penerbangan Jakarta – Biak – Honolulu – Los Angeles yang akhirnya ditutup akibat krisis moneter pada 1997.

“BIAK adalah kepanjangan dari Bila Ingat Akan Kembali. Sudah pasti wisatawan yang pernah datang ke sini akan kembali untuk menyaksikan keindahan Pulau Biak. Selain dekat dengan rumah hiu paus di Teluk Cendrawasih, hamparan atol, dan terumbu karang, Biak juga memiliki tempat-tempat indah yang sangat layak dikunjungi,” jelas Arief.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak, Turbey Ony Dangeubun sependapat dengan Menpar Arief Yahya. Dia menjelaskan akan adanya banyak keseruan yang dikemas di Festival BMW 2017. Untuk kegiatan memancing nantinya akan ada penangkapan ikan tradisional di air laut yang surut (snapmor). Lalu ada atraksi budaya berjalan di atas batu panas apen byaren. Dan untuk kegiatan bahari adalah adanya lomba perahu tradisional waimansusu dan wisata ke objek di Kepulauan Padaido/Aimando serta lomba foto bawah laut.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti mengatakan bahwa Kemenpar juga selalu memberikan dukungan penuh kepada daerah yang mendorong mengedepankan calender event-nya secara konsisten.

“Pastikan kekuatan konsep acara, keunikan, kuliner yang khas dan keramahtamahan masyarakat ditunjukkan kepada wisatawan,” tegas Esthy.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button