Pemerintah dan DPR Yakin Mudik 2018 Berjalan Baik

0
dpr

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, secara umum kesiapan jalur mudik tahun 2018 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi jalan nasional pada tahun 2018, 90% dalam kondisi mantap.

“Untuk di Pulau Jawa kita punya 3 rute jalur mudik Jalan Nasional yang bisa menjadi pilihan pemudik selain Jalan Tol. Pertama adalah Pantura sepanjang 1.341 km, Lintas Tengah 1.197 km, dan Lintas Selatan 1.405 km,” kata Menteri  Basuki dalam Rapat Kerja (Raker) terkait kesiapan penanganan mudik Lebaran 2018 dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Lazarus yang memimpin rapat menyatakan DPR optimis bahwa pelaksanaan mudik Lebaran 2018 dapat lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun demikian, kekompakan dan kewaspadaan tetap harus menjadi prioritas seluruh pihak yang terlibat agar Mudik Lebaran 2018 ini dapat berjalan lebih nyaman, aman dan selamat.

Menteri Basuki menghimbau agar para pemudik untuk melewati jalur Pansela yang dipenuhi obyek wisata tersebut. “Jalur Pansela untuk mudik Lebaran 2018 sudah tersambung dari Banten sampai Pacitan. Sedangkan dari Pacitan ke Banyuwangi baru akan kita kerjakan tahun ini dengan memperlebar jalan,” kata Menteri Basuki.

Dalam rapat tersebut, Menteri Basuki juga menyampaikan bahwa Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga ingin turut serta menyukseskan mudik Lebaran 2018 dengan memberikan diskon tarif tol dengan besaran 10%. Diskon terbagi menjadi beberapa waktu berbeda dan ruas tol berbeda, dengan tujuan agar arus mudik terdistribusi.

Untuk diketahui, pada mudik Lebaran 2018, dengan tarif normal tanpa diskon, pemudik yang dari Jakarta-Surabaya dikenakan biaya sebesar Rp 344.000. Sementara dari Jakarta – Merak sebesar Rp 48.000, Jakarta – Ciawi Rp 6.500, Jakarta – Bandung (Cileunyi) Rp 61.500, dan Jakarta – Semarang Rp 173.000. Sedangkan pemudik dari Surabaya – Malang dikenakan tarif tol Rp 18.000 dan Surabaya – Pasuruan Rp 22.000.

Lanjut Menteri Basuki mengatakan perbaikan Jembatan Cincin Lama atau juga dikenal sebagai Jembatan Widang saat ini sudah selesai dan sudah bisa dilintasi kendaraan. Jembatan yang melintasi Sungai Bengawan Solo tersebut runtuh pada 17 April 2018 lalu akibat kendaraan yang melintas dengan muatan berlebih. “Perbaikan Jembatan Cincin Lama sudah selesai 100 persen, sudah diuji coba dan siap dilalui tanggal 5 Juni (H-10) sesuai rencana,” katanya.

Untuk Jalan Tol dapat dilalui dari Merak ke Pasuruan sepanjang 995 Km, dimana 760 km telah operasional dan sisanya 235 km telah fungsional. Diantara beberapa  titik kritis karena adanya pekerjaan konstruksi yang belum selesai dan telah disiapkan Plan B, seperti di Jembatan Kali Kenteng (500 m) di Ruas Salatiga – Kartasura dan Jembatan Kali Kuto (100 m) di Ruas Batang – Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *