Headline NewsHealthy Life

Pemerintah Kembali Datangkan 8 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19

Pemerintah kembali menambah jumlah pasokan vaksin Covid-19. Setelah menerima 8 juta bahan baku (bulk)  vaksin dari Sinovac pada 25 Mei 2021 lalu, hari ini, Senin, 31 Mei 2921,  Pemerintah kembali menerima jumlah yang sama yakni 8 juta bahan baku vaksin produksi Sinovac.

Bahan baku vaksin tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, dengan diakut pesawat kargo Garuda Indonesia.    Menteri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir ikut menyambut kedatangan vaksin ini.

Dengan datangnya vaksin tahap ke-14 maka jumlah pasokan vaksin sudah mencapai 75,9 juta dosis.“Hari ini kita kedatangan lagi vaksin yang akan dimanfaatkan untuk bangsa Indonesia. Alhamdulillah sampai saat ini Indonesia sudah mempunyai 75,9 juta [dosis] vaksin,” kata Erick Thohir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Menurut Erick, ketersediaan pasokan vaksin tersebut dapat digunakan untuk melakukan vaksinasi kepada lebih kurang 37,5 juta penduduk Indonesia dari target 181,5 juta penduduk yang akan divaksinasi. Adapun cakupan vaksinasi hingga saat ini hampir mencapai 27 juta dosis vaksin.

“Alhamdulillah, pemerintah dibantu rakyat semua, kita sudah mendapatkan vaksinasi sebesar 26,9 juta,” imbuhnya.

Erick mengungkapkan,  Indonesia termasuk negara yang kebutuhan vaksinnya cukup tinggi dan patut disyukuri sudah ada komitmen dari negara produsen menyanggupi pasokan vaksin di Indonesia sesuai kebutuhan. Meski demikian, Pemerintah tetap akan terus meningkatkan ketersediaan vaksin tersebut.

“Apakah kita berpuas diri? Tidak. Karena kalau kita lihat perbandingan kita dengan vaksinasi daripada negara besar lain, seperti Cina dan Amerika, kita masih di bawah. Ini yang kita harus terus tingkatkan,” tuturnya

Erick menjelaskan, vaksin merupakan salah satu upaya dalam mengatasi pandemi ini serta memulihkan perekonomian. Dengan vaksin, dunia usaha dan tenaga kerja akan dapat bekerja dengan aman sehingga ada semangat untuk menumbuhkan ekonomi nasional.

“Vaksinasi justru ini membantu kita mencegah penularan [COVID-19], mencegah dari kematian. Dan yang terpenting juga untuk ekonominya sendiri kita bisa mengurangi tadi, pelepasan dari pengurangan tenaga kerja supaya kita bisa mempercepat ekonomi kita balik. Pemerintah sejak awal konsisten dengan program Indonesia sehat, Indonesia bekerja, Indonesia tumbuh,” ujarnya.

Erick mengingatkan kepada masyarakat yang telah divaksin untuk tidak kendor dalam menjalani protokol kesehatan. Disiplin protokol kesehatan wajib dilakukan dalam setiap aktivitas.

“Vaksinasi game changer, tetapi vaksinasi tanpa didukung oleh protokol kesehatan, oleh masyarakat, ini menjadi sesuatu yang tidak bisa sustainability atau berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan adanya percepatan pelaksanaan vaksinasi yang dibarengi dengan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan tersebut, Erick optimistis perekonomian Indonesia dapat bangkit dan tumbuh kembali.

 “Tentu dengan kerja keras pemerintah, kami berharap rakyat Indonesia juga bisa bergotong-royong. Kita berharap juga dengan tadi percepatan vaksinasi ini kita mengharapkan Indonesia secara ekonomi bisa tumbuh lagi. Kami berharap juga dukungan dari pada masyarakat segala golongan, kembali tadi disiplin dari pada protokol kesehatan (memakai masker, menjaga jarak, dan juga mencuci tangan),” ujarnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close