Pemerintah Siapkan Rp2,1 Triliun Agar Joglosemar Jadi Destinasi Prioritas
Program destinasi prioritas yang digaungkan bakal siap di tahun 2020 disambut dengan persiapan maksimal. Salah satunya dengan pengembangan kawasan Joglosemar alias Jogja, Solo, dan Semarang di Jawa Tengah.
Untuk memantapkan kawasan dengan ikon utama Candi Borobudur itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp 2,1 triliun. Besarnya anggaran untuk pembenahan infrastruktur dan utilitas dasar itu naik sebesar tujuh kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 300 miliar.
“Tujuannya semua infrastruktur dan utilitas dasar, seperti jalan, bandara, dermaga air, dan listrik di Joglosemar harus tuntas selambat-lambatnya 2020. Jadi tahun depan infrastruktur dan utilitas dasar Joglosemar harus selesai,” ujar Arief dalam keterangannya belum lama ini.
Arief menekankan dengan target itu, pihaknya meminta para kepala daerah di kawasan Joglosemar segera berkoordinasi, untuk memetakan dan membenahi infrastruktur dan utilitas dasar pendukung pariwisata daerahnya masing masing.
Menurut Arief setelah Jogja memiliki bandara baru Yogyakarta International Airport atau YIA di Kabupaten Kulon Progo, maka diharapkan bisa benar-benar memicu kunjungan wisatawan mancanegara. Ia berharap rute-rute penerbangan internasional diperbanyak.
“Kemenpar akan support 100 persen jika ada penerbangan baru dari luar karena enam bulan penerbangan pertama, misalnya dari China, Malaysia, Singapura, Kamboja, itu memang harus disubsidi,” imbuhnya.
Dengan daya dukung bandara dan pembenahan infrastruktur serta utilitas dasar, Arief optimis lima tahun mendatang kunjungan wisatawan yang mengunjungi kawasan Joglosemar akan melonjak menjadi 2 juta wisatawan mancanegara.
“Jika angka kunjungan wisatawan manca itu tercapai, maka diperkirakan akan menghasilkan devisa sekitar US$2 miliar,” tandasnya. (Sumber GenPI)
