Pemerintah Siapkan Wisma Atlet untuk Laksanakan Isolasi Rumah Sakit

0
WhatsApp-Image-2020-03-23-at-13.05.00

Pemerintah menyiapkan beberapa fasilitas untuk menambah ruang isolasi rumah sakit, di antaranya yang sudah diperiksa/dicek kesiapannya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah Wisma Atlet yang bertujuannya untuk melaksanakan isolasi rumah sakit. Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara (Jubir) Penanganan Wabah Virus Korona (Covid-19), Achmad Yurianto, saat memberikan keterangan pers di Grha BNPB, Senin (23/3/2020).

“Sudah barang tentu kita hanya akan merawat kasus-kasus positif yang dibuktikan dari hasil pemeriksaan antigen. Ini yang kemudian perlu untuk kita masukkan ke rumah sakit dengan catatan bahwa memang tidak mungkin melaksanakan isolasi secara mandiri di rumah dengan berbagai pertimbangan aspek medis. Di sinilah kemudian terapi akan kita berikan secara medicamentosa, secara obat,” ujarnya.

Penyiapan Wisma Atlet sebagai rumah sakit darurat, menurut Yuri, sebenarnya bagian dari kebijakan pemerintah untuk menyiapkan karantina rumah sakit. ”Sudah barang tentu segala sesuatunya kita siapkan dengan maksimal sehingga kita bisa setidak-tidaknya menyiapkan 3 ribu tempat tidur untuk awal dan ini akan kita bangun sistemnya dengan secara lebih baik. Harapan kita bersama adalah bahwa ini pun menjadi langkah yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah di dalam kaitan dengan penanganan Covid-19 ini,” kata Yuri.

APD dan Screening Massal

Pada kesempatan itu, Yuri juga menyampaikan bahwa pemerintah melengkapi segala kebutuhan terkait dengan layanan rawatan Covid-19. Salah satu yang sekarang sedang menjadi isu, menurut Yuri, adalah bahwa kekurangan alat perlindungan diri (APD) yang saat ini sudah disiapkan 105 ribu APD dan akan segera didistribusikan.

”Kemudian di dalam tataran itu juga, telah disiapkan juga 125 ribu kit untuk rapid diagnostic test, alat pemeriksaan cepat, sebagai bagian dari screening untuk kita menemukan kasus positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah sudah melaksanakan kegiatan screening massal, pemeriksaan dengan menggunakan metode rapid test yang ditujukan untuk secepatnya melaksanakan pencarian kasus positif di tengah masyarakat.

”Untuk saat ini ada 125 ribu kit pemeriksaan cepat yang akan kita bagikan ke seluruh Indonesia dan kita mulai bergerak di hari ini. Beberapa hari yang lalu sudah dilaksanakan kegiatan yang serupa dengan menggunakan metode yang sama. Kita mendapatkan beberapa hasil positif meskipun lebih banyak kita temukan yang hasilnya negatif dari pemeriksaan screening ini.” katanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *