Pemkot Tangerang Klaim Sudah Lakukan Sinkronisasi Transportasi Perkotaan

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengklaim sudah mendukung program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Presiden Jokowi. Salah satunya, dalam bidang transportasi perkotaan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar mengatakan, pihaknya telah menjalankan sistem transportasi berupa bus rapid transit (BRT) yang diberi nama Trans Kota Tangerang guna mendukung program itu.
“Untuk angkutan massa Pemkot Tangerang telah menghadirkan BRT dengan rencana akan mengoperasikan sebanyak enam koridor. Tapi saat ini yang sudah beroperasi baru tiga koridor, yakni Jatake menuji Poris Plawad, Poris Plawad ke Cibodas, dan CBD menuju Tangcity. Memang masih ada tiga koridor lagi yang masih menjadi ‘PR’ kami ke depan,” ujar Wahyudi di Puspemkot Tangerang, Kamis (23/1/2020).
Wahyudi menjelaskan transportasi perkotaan yang ada di Kota Tangerang keseluruhannya telah terintegrasi dengan transportasi lainnya untuk memudahkan masyarakat menuju daerah yang ada di luar Kota Tangerang.
“Sebetulnya BRT kita itu semua telah terkoneksi. Jadi setiap rute yang kita kembangkan harus saling terintegrasi interkoneksi antar moda, itu penting untuk memudahkan masyarakat,” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan jika pihaknya telah membahas dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terkait pembiayaan infrastruktur transportasi. Selain itu saat ini BRT di Kota Tangerang sudah menggunakan aplikasi untuk pembayaran.
“Jadi komponen mana yang sudah dibiayai pemerintah daerah bisa menjadi kewenangannya pusat untuk saling pengisi poin pembangunan infrastruktur transportasi. Dan juga dari pembayaran kami sudah non tunai, sehingga sistem pembayaran tercatat di dalam rekening pembangunan negara,” ungkap Wahyudi.
Untuk rencana ke depannya, Pemkot Tangerang akan mengembangkan bus feeder ke jalur utama yang menghubungkan ke Jakarta. Pihaknya ingin menguji terlebih dahulu angkutan yang akan digunakan sebagai feeder tersebut.
Wahyudi melanjutka, saat ini Pemkot Tangerang tengah berupaya menanggulangi kemacetan yang terjadi di wilayah penyangga Ibukota Jakarta itu. Namun, ia mengaku di wilayahnya masih dinilai dalam ambang batas normal terkait kemacetan.
“Masih dalam batas normal. Tidak seperti Jakarta yang crowded. Tapi sumbatan pasti ada saat jam tertentu seperti jam pulang kerja kantor atau sedang ada pembangunan infrastruktur. Pastinya itu ada penurunan kecepatan yang dilihat menjadi macet. Kita juga akan menciptakan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau. Sehingga itu juga bisa menyelesaikan persoalan kemacetan dan berharap masyarakat pindah ke transportasi umum,” pungkasnya.
