Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Program Gerakan Pangan Murah Selama Ramadan 2025

0
21d0fa3a0c998107d1b7a287f2b28c28

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) saat menjelang dan selama Ramadan hingga Idulfitri 1446 H.

Program tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan sehingga masyarakat bisa mendapatkan produk pangan atau kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama saat meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.

Berikut sebaran lokasi dan GPM selama Ramadan 2025:

Kantor Balai Kota: 15 kali

Kantor Wali Kota: 30 kali

Kantor Kelurahan: 132 kali

Rumah Susun (Rusun): 9 kali

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA): 2 kali

Gedung Dhanapala: 3 kali

SMK Sejahtera: 1 kali

Perumahan Cinta, Kecamatan Cengkareng: 1 kali

Plt Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan, masyarakat diperbolehkan mengusulkan lokasi tambahan, termasuk dari sektor swasta.

“GPM kami laksanakan sebanyak 193 kali sebagai bentuk upaya pemerintah memastikan distribusi pangan tetap terjaga dan harga tetap terjangkau. Kita dengan senang hati menerima usulan dari kantor-kantor non-pemerintah,” ucapnya.

Pemprov DKI Jakarta akan memanfaatkan food truck untuk melaksanakan GPM karena mobilitas yang tinggi. Bila terdapat lokasi yang sulit dijangkau dengan mobil, tim BUMD Pangan akan mendekat ke lokasi, termasuk hingga ke kantor RW jika diperlukan.

“Seperti Food Station, satu hari bisa melayani empat sampai delapan titik. Misalnya, dari pagi di kelurahan A, lalu pindah lagi jika potensi pembelian menurun. Dengan food truck, kami lebih fleksibel untuk menjangkau lebih banyak titik,” katanya.

Eli mengungkapkan, salah satu daya tarik utama GPM adalah harga pangan yang dijamin lebih murah dibandingkan harga pasar, bahkan ada beberapa produk yang ditawarkan dalama bentuk bundling. Misalnya, paket berisi sirup, minyak goreng, dan beras dengan harga lebih terjangkau. Meski begitu, masyarakat tetap memiliki opsi untuk membeli produk dalam bentuk satuan.

“Saya bisa yakinkan, harganya pasti di bawah harga pasar. Persentasenya bisa berbeda-beda, tergantung produk,” ujarnya.

Khusus pada program ini, Pemprov DKI Jakarta akan menghadirkan inovasi berupa beras dalam kemasan 2,5 kilogram sesuai arahan dari Wakil Gubernur dan Sekda Provinsi DKI Jakarta. Hal ini sebagai upaya untuk memudahkan masyarakat yang ingin membayar zakat, sehingga sesuai takarannya.

“Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, pemerintah berharap kebutuhan pangan masyarakat tetap terjamin dengan harga yang terjangkau, sehingga bisa menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *