Pemprov Sulsel Butuh Rp150 Miliar untuk Dirikan Dua Perusda Baru
Pemprov Sulsel mengajukan anggaran sekitar Rp150 miliar untuk pendirian dua perusahaan daerah (perusda) baru, yakni bidang pertambangan dan pengelolaan gas. Diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Anggaran ratusan miliar itu sebagai tidak lanjut keinginan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Saat ini, rancangan penganggaran perusda masih dibahas dalam APBD 2019.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Andi Arwin Azis mengatakan, dua perusda di bidang pertambangan dan gas mulai digodok. Bahkan dalam APBD 2019 telah diusulkan sekitar Rp150 miliar yang akan disiapkan untuk penyertaan modal.
Meski demikian, Arwin mengatakan, proses pendirian perusda masih panjang, sehingga masih diragukan dapat mulai beroperasi 2019. Sebab katanya, untuk pendirian mesti diawali penerbitan perda.
“Belum bisa dimanfaatkan kerena 2019 ini kan tentu pembuatan perusda baru, harus melalui penyusunan perda. Saat ini masih penyusunan naskah akademik, tahapannya masih panjang. Saya kira pada 2019 ini masih dalam proses pendirian,” kata Arwin.
Meski demikian, anggaran Rp150 miliar disiapkan untuk mengantisipasi proses pendirian berjalan lancar. Jika molor hingga 2020, anggaran tersebut kata Arwin akan dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya.
“Jika prosesnya cepat, 2019 bisa langsung dimasukkan penyertaan modal, namun kalau belum bisa, anggaran ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain. Makanya diperhadapkan dengan silpa nantinya jadi tidak mempengaruhi struktur belanja,” jelas dia.
Sementara pejabat sementara Kepala Perusda Sulsel Taufik Fachruddin membenarkan, pihaknya bakal membuat sejumlah perusda baru ke depan.
Konsepnya akan dibuat perusda holding company atau induk perusahaan yang membawahi perusahaan-perusahaan ataupun unit bisnis lain.
“Kita akan membuat the new perusda, yang dikelola profesional. Tidak lagi bicara bisnis- bisnis kecil,” katanya ditemui beberapa waktu lalu.
Salah satunya akan membuat unit bisnis dengan model sistem penyediaan air minim (SPAM) yang bekerjasama perusahaan Jerman.
Lalu perusda juga berencana mengambil alih mengelola tambang gas di Kabupaten Wajo. “Sekarang sedang proses di DPRD perusda Sulsel akan menjadi perseroan terbatas. Kalau itu jadi, nanti perusda jadi PT dan itu bisa membuat orang asing membuka peluang berinvestasi di Sulsel,” imbuh Taufik.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengakui pembentukan perusda dilakukan dengan melihat potensi sumber daya alam yang dimiliki Sulsel.
Tak hanya mendirikan yang baru, mantan Bupati Bantaeng dua periode itu juga akan melakukan evaluasi terhadap perusda yang ada.
