Pendaftaran Lomba Nyanyi Melodi Musim Semi 2024 Resmi Dibuka
Lomba menyanyi lagu Mandarin bertajuk Melodi Musim Semi 2024 hari ini, Senin (17/07/2023), resmi diluncurkan. Peluncuran digelar di kantor Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera, di Jalan Batu Tulis, Pecenongan, Jakarta Pusat dan dihadiri Sekjen PHIS Tirtahadi Sunjaya, Ketua Perkumpulan Hakka Jakarta Hendra Yan Chandra, Ketua Harian II PSMTI Pusat Martinus Johnnie Sugiarto, Ketua Panitia Jeanne Laksana dan Pengarah Acara Hardynatta Chung.
Peluncuran ini, menandakan pendaftaran untuk peserta lomba mulai dibuka hingga akhir Agustus 2023. Ada lima grup usia yang diperlombakan secara online, yakni usia 3 sampai 6 tahun, 7 sampai 10 tahun, 11 sampai 16 tahun, 16 tahun sampai 45 dan 45 tahun ke atas.

Ketua Panitia Jeanne Laksana mengatakan lomba tahun ini merupakan lomba keempat yang diselenggarakan Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera (PHIS) bersama sejumlah organisasi suku Tionghoa lainnya, seperti INTI, PSMTI, Paguyuban Meizhou Indonesia, Konsorsium Musisi dan Penyanyi Indonesia, Perkumpulan Persatuan Guangdong Indonesia dan Perkumpulan Hakka Jakarta,
Diharapkan lomba kali ini, dapat menarik lebih banyak jumlah peserta yang didominasi oleh generasi muda. Harapan ini dilontarkan Jeanne, supaya ada regenerasi yang suka dengan lagu Mandarin sekaligus untuk memperdalam kemampuan dalam bahasa Mandarin

“Saya harap lebih banyak anak muda, anak-anak dewasa dan remaja yang daftar, karena untuk regenerasi, dan juga untuk mengasah kemampuan dalam berbahasa Mandarin,” harap Jeanne.
Jeanne menjelaskan, jika pergrup banyak peserta yang mendaftar, maka akan diambil 20 besar. Kemudian dari 20 besar dikerucutkan kembali menjadi 10 besar hingga terpilih lima besar terbaik. Penilaian peserta akan ditentukan oleh juri professional berdasarkan video menyanyi yang dikirim peserta.

Seperti tahun sebelumnya, penampilan lima besar ini, nantinya akan ditayangkan di Naning TV dan di sejumlah stasiun tv lain yang tersebar di berbagai negara, ,melalui program Melodi Musim Semi 2024 dalam rangka menyambut musim semi atau Imlek 2024
Menurut Jeanne, program Melodi Musi Semi 2024 yang disiarkan Naning TV menjadi wadah untuk memperkenalkan Indonesia dari berbagai hal seperti pariwisata dan budaya, pasalnya program tersebut akan ditonton oleh masyarakat di penjuru dunia.

“Melalui melodi musisi ini kami akan memperkenalkan budaya dan pariwisata Indonesia karena ada satu video klip yang khusus untuk memperkenalkan Indonesia yang di tonton banyak negara,” ujar Jeanne
Sementara itu, pengarah acara Hardynatta Chung mengatakan lima finalis terbaik akan menunjukan bakat bernyanyi di Babak Grand Final yang dilangsungkan secara offline di Surabaya pada Desember tahun ini. Tak hanya finalis, pada Babak Grand Final, para guru lagu Mandarin atau juri akan ikut tampil memperlihatkan penampilannya dalam dunia tarik suara.

“Grand Final ini bisa disebut Mega konser, karena kita menyaksikan satu penampilan pertunjukan para talenta Indonesia dari berbagai daerah se-indonesia dan itu bisa dibilang kualitasnya sudah kualitas konser konser music,” kata pria yang akrab disapa Hardy.
“Yang juga mau kita sampaikan setiap tahun lokasi untuk pelaksanaan Grand Final berpindah-pindah. Tahun pertama di Jogjakarta, yang kedua Jakarta, yang ketiga di Medan dan yang keempat ini di Surabaya, yang kelima kita tunggu, nah kita lihat daerah mana yang punya potensi,” sambung Hardy.

Terkait video menyanyi yang dikirim peserta selama babak penyisihan, Hardy berpesan agar resolusinya videonya tidak terlalu rendah supaya kualitas video tetap terjaga.
“Batasan resolusi videonya jangan sampai di bawah 1080p di luar itu bebas, peserta diperbolehkan untuk menggunakan studio music yang harganya sewanya mahal atau diiringi dengan alat music lengkap, asal tadi minimal 1080p,” ujar Hardy.

Lebih lanjut, Hardy mengatakan video menyanyi yang dibuat peserta memiliki manfaat, yakni dapat melatih peserta memproduksi video musik sendiri dan berpeluang ditonton oleh banyak masyarakat, saat video tersebut diunggah di media sosial
“Supaya temen-temen anak-anak dari seluruh Indonesia bisa memproduksi musik TV sendiri walaupun hasilnya juara atau tidak juara, tapi ada satu kesempatan untuk belajar produksi musik untuk diri sendiri lalu pasang di YouTube dan itu bisa dinikmati bahkan bisa vilar juga,” tutur Hadry.
