Penetapan Belitong Sebagai Unesco Global Geopark, Lahirkan Inovasi di Sektor Pariwisata
Keinginan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman agar penetapan Belitong sebagai Unesco Global Geopark dapat dijadikan momentum untuk melahirkan inovasi akhirnya direalisasikan masyarakat Belitung. Kini sebuah tempat wisata yang sejuk dan asri dihadirkan sebagai destinasi alternatif.
Tempat wisata tersebut bernama Suak Parak Mangrove-Kelapak Munggong. Wisata mangrove ini, sangat teduh karena rindangnya pohon bakau (mangrove), oksigen yang bersih dengan paket wisata yang unik. Taman bakau dalam kota yang terletak di Desa Air Saga, memiliki kelebihan berada tak jauh dari pusat kota Tanjung Pandan.
Belum lama ini Gubernur Erzaldi menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat wisata ini. Bersama rombongan, Gubernur Erladi melihat hamparan mangrove sambil menikmati udara yang sejuk.
“Oksigennya, udara terasa berbeda sekali saat sedang berada di dalam sini,” ungkap Gubernur Erzaldi spontan saat berkunjung ke Suak Parak Mangrove.
Apresiasi disampaikan Gubernur Erzaldi kepada para pengelola kawasan ini karena mereka bergerak dari motivasi untuk melaksanakan pelestarian hutan bakau.
Kunjungan ini merupakan bentuk dorongan bagi pengelola, dari Gubernur Erzaldi sebagai terusan dari ditetapkan Belitong UNESCO Global Geopark.
Perlu dicermati menurutnya, bahwa UNESCO mendorong pengelolaan dari pemberdayaan masyarakat artinya, menggerakkan masyarakat baik dalam mengelola 17 geosite yang sudah diakui dunia, maupun wisata lain yang tentu berpotensi menjadi wisata alternatif selama kunjungan wisatawan.
Dikatakan Gubernur Erzaldi, pihak pemerintah sudah banyak memulai berbagai pelatihan Sumber Daya Manusia agar masyarakat terlatih dalam hal manajemen, rasa memiliki, dan terus ingin melestarikan potensi yang dimiliki tiap desa di Pulau Belitung seperti di Desa Air Saga.
“Dukungan dana yang kuat dari pemerintah tidak akan berhasil jika komunitas masyarakat tidak mengurus untuk mengelola,” tegasnya.
Pemprov. Babel dikatakannya sudah bersiap atas ditetapkannya Belitong Geopark sebagai Belitong UNESCO Global Geopark pada 22 April 2021
Dengan optimis Gubernur Erzaldi yakin Pulau Belitung akan mendapat banyak kunjungan wisatawan karena dunia mempromosikannya melalui ketetapan ini.
Suak Parak Mangrove dinilai sangat siap untuk menjadi wisata alternatif selain kunjungan ke 17 geosite yang pasti sudah mendapatkan banyak promosi kelas dunia.
Selain keunikan paket wisata atraksi nyarik Timong yang dipersiapkan oleh warga, tamu yang berkunjung dapat wajibkan membeli mangrove minimal 10 batang mangrove setiap orang yang sudah masuk dalam harga tiket masuk. 
Sehingga aktivitas pembibitan mangrove yang juga diatur di sini, dapat berjalan berkelanjutan dan sedini mungkin meregenerasi tanaman bakau sebelum tanaman yang sudah tua mengalami kerusakan.
“Pada musim buah mangrove, kami mengumpulkan buahnya untuk pembibitan, saat ini telah berjalan dan cukup berhasil,” jelas Herman.
Pembibitan ini bahkan menjadi potensi pemberdayaan masyarakat dalam membudidayakan pohon mangrove sehingga Gubernur Erzaldi memberikan saran agar hasil yang didapat, separuh menjadi upah, separuh lainnya menjadi pembiayaan untuk pembangunan fasilitas di kawasan ini.
“Sebagai ketua pengelola, harus memiliki integritas dan benar-benar jujur agar kawasan ini terurus dengan baik,” tegasnya. (Sumber Diskominfo Kep. Babel)