Pengembangan Potensi Lokal Berbasis Komoditas Kunci Mendorong Aktivitas Ekonomi Masyarakat

0
kopi-1

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Laksana Tri Handoko mengungkapkan, Pengembangan potensi lokal berbasis komoditas menjadi kunci yang dapat mendorong, memacu, dan memicu aktivitas ekonomi masyarakat berkembang.

“Strategi pengembangannya dilakukan melalui pemanfaatan teknologi untuk masyarakat jauh dan terpencil,” jelas Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko

Ia menyebutkan, tiga wilayah yang dikembangkan potensi lokal nya terletak di Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Alor memiliki potensi hasil perkebunan dan produk perikanan, kabupaten Belu memiliki potensi pengolahan ikan dan kopi, dan kabupaten Sumba Barat Daya memiliki potensi lokal kopi.

Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Mego Pinandito menyebutkan,  pemanfaatan inovasi TTG dapat mengembangkan aktivitas ekonomi masyarakat, seperti usaha kecil menengah di daerah. Dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku pemanfaatan teknologi, LIPI mempertahankan teknologi dan kebijakan-kebijakan iptek dan inovasi sehingga bisa memberikan nilai ekonomi daerah itu.

”Konsep tersebut akan lebih efektif dan efisien jika pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan UMKM, berkolaborasi dan bersinergi dalam penerapan iptek di masyarakat. Utamanya komitmen Pemda untuk melanjutkan kesinambungan nya.” ujar Mego.

Kepala Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna LIPI, Pramono Nugroho, menyebutkan, keterlibatan masyarakat di ketiga daerah tersebut bertujuan meningkatkan pemanfaatan dan penguasaan Iptek dalam rangka pengembangan masyarakat daerah dari sektor perkebunan dan perikanan.

“Cukup signifikan, peningkatan nilai tambah dari program ini, seperti di Sumba Barat Daya. Keberhasilannya luar biasa karena berturut-turut menjadi juara nasional kopi,” ujar Pramono. =

Kepala Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Iptek dan Inovasi LIPI, Dudi Hidayat, menjelaskan LIPI telah melakukan kajian secara lebih spesifik mengenai Program ‘Konsorsium Iptek’.

“Program Konsorsium Iptek cukup diunggulkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Program konsorsium di nilai cukup strategis untuk meningkatkan kerja sama antara pelaku litbang agar berhasil memberikan dampak secara ekonomi,” ujar Dudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *