Pengumuman Pemenang International Animal Photo Competition 2016
Photo berjudul “Keluarga Besar” dengan objek segerombolan singa, hasil bidikan John Hantoro Pudjoko berhasil meraih juara 1 untuk kategori umum pada ajang International Animal Photo Competition 2016 yang telah diselenggarakan untuk ke-26 kalinya.
Sementara untuk juara ke 2 diraih oleh Adi Sugiharto dengan mengangkat objek photo seekor burung, dan juara ke 3 diraih Saud Teguh Anggoro Parulian yang mengangkat objek photo seekor Orangutan. Untuk kategori ini diberikan pula penghargaan kepada pemenang harapan sebanyak 3 peserta.
Selain kategori umum, dipertandingkan pula kategori pelajar yang gelar juara 1 diraih oleh Mufthi Noorcha Barzani dengan objek photo Orangutan dengan judul “Mau Cucu” . Juara 2 diraih oleh Muhammad Bilal Wibisono yang berjudul “Fish To Face” .
Sedangkan pemenang ke 3 diraih oleh Tirza Felia dengan objek photo Javan King Fisher dan juga ada 3 perserta pemenang harapan kategori ini. Para dewan juri juga membidik sebuah photo dengan objek 3 orangutan sebagai juara favoritnya.
Menurut Direktur Taman Safari Indonesia, Frans Manangsang, ajang IAPC 2016 terselenggara atas dukungan dari banyak pihak termasuk El John Pageants, El John Media dan El John Radio.
“IAPC ini diselenggarakan oleh Taman Safari Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PT. Asuransi Jasa Raharja Putera, PT. Fuji Film serta didukung oleh beberapa media cetak maupun elektronik.” Jelasnya.
Acara yang dihadiri oleh putri-putri El John Pageants dan Miss Earth Indonesia 2016, Luisa Andrea ini sendiri diselenggarakan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh tepat pada 5 Juni serta Hari Cinta Puspa & Satwa Nasional pada 5 Nopember 2016 yang mengusung sebuah tema khusus “A Tribute to Indonesia”.
Penyerahan hadiah dilangsungkan pada hari Sabtu (26/12) kemarin bertempat di Panda House Taman Safari Indonesia. Lomba foto ini berskala internasional dan diselenggarakan salah satu dalam rangka mendukung kampanye konservasi satwa liar melelui media photo.
“Tahun mendatang kita akan terus mengadakan perlombaan serupa tetapi dengan tema berbeda, dan masih dengan objek satwa.” Tutup Frans Manangsang.
