DestinationE-CommerceHeadline NewsTechnologyTourism

Pengunaan Saluran Digital Untuk Produk Wisata Semakin Melonjak

Peran digital di era saat ini benar-benar memberikan kemudahan untuk menopang berbagai aktivitas, salah satunya aktivitas berwisata. Perusahaan teknologi pemasaran kinerja, Citeo membagikan hasil temuan dari lembaga riset Euromonitor mengenai produk wisata yang dijual melalui saluran online.

Riset menyebutkan ada 10,3 juta perjalanan yang dilakukan konsumen Indonesia pada tahun 2016 lalu. Di tahun 2011-2016 penjualan perjalanan online melonjak ke angka 41,3 persen. Angka ini disebut sebagai pertumbuhan majemuk tahunan.

Riset dilakukan terhadap 150 konsumen Indonesia dengan menganalisa gambaran pemenuhan keperluan wisata lewat online.

“Konsumen Indonesia adalah turis yang memahami teknologi dan terbiasa mencari di beberapa perangkat sekaligus untuk mendapatkan penawaran terbaik sebelum memutuskan pembelian mereka,” kata Alban Villani, General Manager Criteo untuk Asia Tenggara, Hong Kong dan Taiwan sesuai siaran pers Senin, 7 Agustus 2017.

Meski meraih hasil yang memuaskan namun ada tips dari Villani agar hasil ini dapat dipertahankan bahkan dapat meningkatkan transaksi. Tips itu yakni agar situs perjalanan dan Online Travel Agent (OTA) harus berfokus menyediakan pengalaman mobile yang ramah pengguna, mudah digunakan, menyediakan fitur add-on, dan metode pembayaran yang aman.

“Mereka harus berinteraksi dengan pembeli dalam fase penelusuran, pencarian dan
pemesanan,” ujar Vallani.

Hasil riset lainnya menyatakan jika konsumen indonesia lebih suka memesan atau mencari layanan produk wisata lewat smartphone (100 persen), diikuti laptop (88 persen), dekstop (60 persen), dan tablet (49 persen).

Ada banyak alasan kenapa smartphone lebih disukai. Antara lain lebih mudah digunakan dibanding medium lain, bisa sambil mengerjakan kegiatan lain, serta adanya aplikasi khusus untuk melakukan pencarian. Memesan atau mencari produk wisata lewat smartphone juga terbilang lebih menyenangkan.

Diperkirakan penjualan atau pencarian produk wisata lewat online akan bertumbuh pesat di tahun 2017-2020, dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan mencapai 29,4 persen.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button