Pengurus PHRI Daerah Laporkan Kondisi Terkini Hotel dan Restoran
Seluruh Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) hadir di acara Konser Amal Covid-19 yang ditayangkan langsung oleh EL JOHN TV pada Jumat (3/7/2020). Selain pengurus daerah, juga hadir Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani.
Dalam kesempaan ini, Ketua Umum PHRI menyapa para pengurus dan sekaligus mananyakan perkembangan industri hotel dan restoran di masing-masing daerah.
Laporan mengenai kondisi terkini ini, di antaranya disampaikan oleh Ketua BPD PHRI Sumatera Utara (Sumut) Denny S Wardhana. Denny bersyukur hotel di Sumut, khususnya di Medan sudah mulai buka dan tamu yang menginap juga ada peningkatan, meski belum signifikan. Denny berharap masa sulit ini cepat berlalu, sehingga industri perhotelan dapat bangkit kembali.
“Karena kalau kita tidak lakukan itu, kita tidak bisa bangkit dan syukur Alhamdulillah okupansi di Medan khususnya, yang mana tadi satu digit, sekarang sudah di atas 10 persen. Kita harapkan bisa semakin naik lagi di waktu berikutnya,” kata Denny.
Selain itu, Denny juga menyebut saat ini, di Medan telah dibuka event MICE maupun Wedding. Untuk dua event itu, Denny memastikan tetap memprioritaskan penerapan protokol kesehatan
“Untuk di hotel dan restoran kita sudah buka di bulan Juli ini dan kita sudah menerima untuk MICE dan wedding dengan catatan kita harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas pariwisata baik itu, pemkot maupun pemprov,” sebut Denny.
Laporan lain juga datang dari BPD PHRI Jawa Timur (Jatim). Laporan ini, disampaikan langsung Ketua BPD PHRI Jatim Dwi Cahyono. Dwi mengaku, masih ada kendala dalam membuka hotel dan restoran di Jatim. Kendala itu, yakni sering berubahnya status atau warna zona Covid-19 di Jatim.
“Kita sudah siap karena sudah hijau, beberapa hari kemudian statusnya menjadi orange, terus orange menjadi merah. Jadi kita agak terkendala dengan status itu,” ujar Dwi.
Untuk mengatasi kendala tersebut, PHRI Jatim membuat simulasi untuk memastikan bahwa industri hotel maupun restoran di Jatim telah siap beroperasi dan memastikan dalam kondisi bersih.
“Jadi yang kita lakukan dengan banyak simulasi. Padahal tidak semua daerah itu, orange atau merah gitu, tetapi semuanya sebetulnya sudah kondusif di Jawa Timur, makanya kita buat simulasi. Kita datangkan teman-teman dari operator-operator, travel dari Bali, Jakarta, Bandung dan sebagainya. Kita tunjukan bahwa Hotel dan Restoran di Jawa Timur sudah mempersiapkan sedemikian rupa, sampai teman-teman karyawan ,melakukan mandiri dengan rapid test untuk menunjukan ke tamu bahwa kita semuanya sudah siap,” ujarnya.
Sementara itu, laporan berikutnya datang dari perwakilan BPD PHRI Bali yang disampaikan Dewi Pradewi. Dewi menerangkan pada tanggal 9 Juli 2020, hotel-hotel di Bali akan buka. Sebelum dibuka, hotel-hotel tersebut telah menjalani verifikasi yang dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Bali.
“Untuk pendaftarannya sendiri itu online. Untuk verifikasinya itu virtual dan juga datang langsung ke hotel dan restorannya. Jadi yang belum terverifikasi tidak boleh buka, takutnya mereka kena razia. Jadi mereka diwajibkan punya sertifikat dan wajibkan untuk layak uji protokol kesehatannya,” ungkap Dewi.
