Pengurus PSMTI Sulsel Tunggu Keputusan Ketum Terkait Pelaksanaan Konferensi Marga Tionghoa Asia Tenggara
Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sedang menunggu keputusan Ketua Umum PSMTI David Herman Jaya terkait kapan akan digelarnya pelaksanaan Konferensi Marga Tionghoa Asia Tenggara.
Berdasarkan agenda, tahun ini penyelenggaran konferensi dilangsungkan di Kota Makassar, namun hingga saat ini, Ketua Umum PSMTI masih mempertimbangkan, , apakah tetap digelar tahun ini atau ditunda sampai pandemi Covid-19 berakhir.
Ketua DPD PSMTI Sulsel Willianto Tanta berharap Konferensi Marga Tionghoa Asia Tenggara ditunda hingga kondisi Indonesia dinyatakan aman dari Covid-19. Pasalnya dengan kondisi Indonesia bebas dari Covid-19, maka konferensi pun dapat diselenggarakan secara tatap muka., 
Willianto menyebut banyak keuntungan yang diraih Indonesia, jika konferensi digelar secara tatap muka, di antaranya dapat mempromosikan potensi pariwisata Indonesia maupun Makassar.
“Keuntungannya kita bisa menjual potensi-potensi yang ada di Indonesia, bagaimana keadaan negara kita sekarang, apalagi di daerah Makassar bisa menjual budaya Bugis Makasar dan Toraja. Disini banyak tempat wisata, ada Toraja, Malino, Pantai Bira dan Selayar,” kata Willianto saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News melalui sambungan telepon, Senin malam (18/1/2021).
Selain itu, keuntungan lainnya adalah dapat meningkatkan perekonomian daerah melalui kerja sama bisnis yang terjalin antara peserta konferensi dari sembilan negara di Asia Tenggara
“Karena rata-rata yang hadir itu semua pengusaha maka diharapkan ada kontak bisnis, apa yang mereka butuhkan dari negara kita, kita bisa ekspor, begitu pun sebaliknya,” ujar Willianto.
Namun, jika Keputusan Ketua Umum PSMTI menggelar konferensi ini secara virtual, maka pengurus PSMTI Sulsel siap untuk melaksanakannya.
“Mau ga mau kita harus siap. Kalau virtual yang kita siapkan itu adalah teknologi IT,”terang Willianto.
Lebih lanjut Willianto menjelaskan pengurus PSMTI Sulsel telah melaporkan penyelenggaraan Konferensi Marga Tionghoa Asia Tenggara ini kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada Oktober 2018 lalu. Dalam laporan itu, Gubernur Sulsel menyambut baik dan mendukung digelarnya Konferensi Marga Tionghoa Asia Tenggara di Makassar.
“Bahkan beliau mengatakan kalau kegiatan ini jadi, beliau akan menjamu semua peserta di rumah jabatan Pak Gubernur,” terang Willianto.
Gubernur Sulsel menilai Konferensi Marga Tionghoa Asia Tenggara dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Sulsel, seperti mempromosikan destinasi wisata yang ada di Sulsel.
“Beliau sangat mendukung apalagi pesertanya dari sembilan negara, karena ini untuk mempromosikan Indonesia utamanya di Indonesia timur. Kalau Indonesia timur kan pintu gerbangnya ada di Makassar,” tutup Willianto.
