Presiden Instruksikan Jembatan Mataraman Kalsel Diperbaiki Dalam 4 Hari
Presiden mengeluarkan instruksi di saat meninjau sarana yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (18/1/2021). Instruksi tersebut ditujukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera mengatasi sejumlah sarana penghubung yang rusak akibat banjir, salah satunya adalah jembatan Mataraman.
Jembatan Mataraman merupakan Jembatan utama yang menjadi penghubung Trans Kalimantan di perbatasan Kecamatan Astambul dan Mataraman, Kalsel. Namun kini kondisi jembatan putus dan aktivitas transportasi yang menghubungkan dua kecamatan pun jadi terhenti.
Kepada Menteri PUPR, Presiden memberi waktu 4 hari untuk memperbaiki jembatan Mataraman
“Saya ingin memastikan ke lapangan, yang pertama mengenai kerusakan infrastruktur yang memang terjadi. Ada beberapa jembatan yang runtuh, seperti kita lihat di belakang ini. Tadi saya sudah minta ke Menteri PU agar dalam 3-4 hari ini bisa diselesaikan sehingga mobilitas distribusi barang tidak terganggu,” ujar Presiden saat meninjau Jembatan Mataraman di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.
Sementara yang berkaitan dengan evakuasi warga terdampak, dalam peninjauan kali ini Kepala Negara mendapati bahwa proses evakuasi di lapangan telah tertangani dengan baik. Selanjutnya, Presiden menitikberatkan pada ketersediaan logistik dan kebutuhan lain bagi para pengungsi yang berada di pengungsian.
“Ini yang penting karena hampir 20 ribu masyarakat berada di dalam pengungsian. Kekurangan-kekurangan yang ada nanti bisa dibantu dari pemerintah pusat selain dari logistik yang ada di pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota,” tuturnya.
Untuk diketahui, curah hujan yang sangat tinggi selama hampir sepuluh hari secara berturut-turut menyebabkan Sungai Barito yang biasanya menampung kurang lebih 230 juta meter kubik air kini menghadapi lonjakan debit air secara signifikan. Hal itu diperkirakan memicu banjir yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan dukacita bagi para korban sekaligus mendoakan ketabahan bagi para keluarga yang ditinggalkan.
“Saya ingin menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban yang meninggal di musibah banjir di Kalimantan Selatan ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dan keikhlasan,” tandasnya.
