Pentingnya Teknologi Informasi dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Dalam agenda Rapat Kerja (Raker) Kementerian Perdagangan Tahun 2018, Menteri Pertanian Amran turut memberikan paparan mengenai Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Mendukung Ketahanan Pangan, dirinya mengatakan salah satu upaya untuk menciptakan ketahanan pangan adalah dengan menerapkan teknologi dan mekanisme pertanian yang modern, tanpa itu ia menyebutkan ketahanan pangan tidak akan terjadi.
“Kami sudah bangun infrastruktur irigasi 3,5 juta hektare terbesar sepanjang sejarah, belum pernah ada sebelumnya,” ujar Amran dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan 2018 di hotel Borobudur, Kamis (1/2).
Hal selanjutnya adalah alat mesin pertanian, dengan teknologi modern itu ia mengatakan hanya dalam tiga jam selesai panen per hektare. Itu jelas berbeda bila dibandingkan zaman dulu yang membutuhkan hingga 25 orang per hektare bila ingin panen.
“Ada juga asuransi pertanian, karena itu memang perintah presiden. Jadi kalau lahan padinya banjir, atau peternak sapi yang kemudian sapinya tertabrak mobil di Jawa Tengah beberapa waktu lalu, sapinya langsung diganti. Yang sulit itu kalau sapinya hilang, ini sulit siapa yang mau bertanggung jawab,” jelas Amran.
Selanjutnya, Amran mengatakan Indonesia memiliki potensi lahan tanam sebesar 10 juta hektare yang ditetapkan Kementan berada di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah Jambi, dan Kalimantan Timur. Namun dalam 2-3 tahun ia mengklaim yang baru bisa dilakukan sekitar 1 juta hektare lahan. Dirinya juga menyebut biayanya lebih murah dibandingkan membangun sawah baru.
“Lalu ada pemanfaatan embung air kecil yang ada di tengah sawah, nanti bisa ada ikan, belut, bebek. Protein bisa di hasilkan embung, lalu karbohidrat dari padi. Sehingga petani nanti lebih sejahtera,” paparnya.
“Itu semua yang kami mau ubah menjadi pertanian profesional dan modern. Memang butuh waktu untuk mengubah paradigma ini, namun secara bertahap kami akan terus wujudkan hingga nanti pada 2045 tepat ketika Indonesia berusia 100 tahun, kita dapat menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Amran.
