Headline NewsHealthy Life

Penyebab dan Pengobatan Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan yang terjadi pada anak tentu bukan yang diharapkan para orangtua. Semua orangtua ingin anaknya terlahir dengan sehat dan tumbuh kembang dengan normal. Namun tak dipungkiri jika penyakit ini masih menjadi ancaman jika orang tua mengabaikan pentingnya kesehatan.

Dokter Spesialis Jantung Siloam Hospital Bogor dr. Tengku Budiansyah, MHA, Dp.JP.FIHA mengatakan ada dua faktor penyebab, si bayi mengalami jantung bawaan yakni kelainan genetic yang diwariskan orang tua kepada si bayi dan faktor lingkungan.

Untuk  faktor genetic ini,  banyak memiliki klasifikasinya, seperti Down syndrome dan kelainan genetic yang satu ini sudah  dikenal banyak masyarakat sebagai faktor yang  dapat menyebabkan penyakit jantung bawaan.

Selain itu, ada kelainan genetic yang dikenal dengan Turner syndrome, yaitu kelainan genetik yang hanya menyerang wanita. Banyak anak sindrom tersebut akan lahir dengan penyakit jantung bawaan, yang biasanya merupakan jenis masalah penyempitan katup atau arteri

“Untuk faktor lingkungan bisa karena infeksi rubella, dia yang berdampak pada PDA (Persisten Duktus Arteriosus Persisten), gangguan pada PDA, di bagian jantung ada tambahan lagi yang seharusnya tidak ada tambahan, ada tambahan saluran lagi, kemudian terjadinya ASD (Atrial Septal Defect), ASD itu artinya bagian atrium itu mengalami kebocoran  itu akibat dari rubella,” kata dr. Tengku saat menjadi narasumber dalam program EL JOHN Medical Forum yang ditayangkan EL JOHN TV. Program ini dipandu oleh Cinthia Kusuma Rani (Miss Earth Indonesia 2019).

Dokter Tengku menjelaskan, dari faktor tersebut akan timbul gejala yang menunjukan si bayi terkena penyakit jantung bawaan. Gejalanya yakni si bayi yang telah dilahirkan akan mengalami biru, karena ada masalah di proses tekanan darah oleh jantung. Pada umumnya permasalahan di proses tekanan darah ini terjadi karena si bayu hanya memiliki ventrikel satu, seharusnya ventrikel di jantung ada dua. Ventrikel adalah ruang jantung yang mempunyai tanggung jawab untuk memompa darah meninggalkan jantung.

Dengan ventrikel satu maka daya kerja akan lebih keras keras untuk memompa darah ke paru-paru dengan arteri pulmonalis dan mengalirkannya ke seluruh tubuh. Selain itu tidak menutup kemungkinan darah kotor dan darah bersih akan bercampur sehingga menyebabkan bayi menjadi biru.

“Selain itu ada gejala lain, seperti tumbuh kembang terlambat, kemudian dia batuk berulang, gangguan menyusui, jadi saat dia menyusui mungkin dia kehilangan nafas, itu gejala yang penting yang bisa seorang ibu lihat ketika bayi atau anak-anak mengalami kondisi tadi bisa dicurigai anak tersebut atau bayi tersebut mengalami jantung bawaan,” terang dokter Tengku.

Menurut dokter Tengku, penyakit jantung bawaan ini dapat diketahui tidak harus si bayi sudah dilahirkan namun dalam kandungannya pun sudah dapat terdeteksi.  “Kalau kita lihat usia kapan pada wanita hamil bisa dideteksi, berapa risensi mengatakan pada usia 8 sampai  22 minggu saat hamil, itu bisa dilakukan deteksi 4D,” ujar dokter Tengku.

  “Kalau ibu misalnya mempunyai penyakit jantung bawaan apakan dengan gejala sianosis, biasanya kami bagian jantung mempercepat kala dua. Jadi pasa melahirkan itu ada berapa kala, ada yang kala satu, dua,  tiga, empat dan kala dua kita percepat, dengan tujuan tidak memperberat hemodinamik, wanita yang hamil disertai penyakit jantung bawaan. Jadi untuk cara melahirkan pada bayi yang menderita penyakit jantung bawaan tidak berkorelasi, itu tergantung indikasi  Obgyn (obstetri ginekologi), kalau dari Obgyn mengatakan ini indikasi SC (Seksio Sesarea), maka SC adalah pilihannya,” tambahnya.

SC adalah proses persalinan dengan melalui pembedahan di mana irisan dilakukan di perut ibu (laparatomi) dan rahim (histerotomi) untuk mengeluarkan bayi. Operasi sesar umumnya dilakukan ketika proses persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan karena berisiko kepada komplikasi medis lainnya. Sebuah prosedur persalinan dengan pembedahan umumnya dilakukan oleh tim dokter yang beranggotakan spesialis kandungan.

Untuk pengobatannya, dokter Tengku  menyebut ada beberapa cara diantaranya perbaikan katup jantung dengan anuloplasti, yaitu menggunakan ring untuk mengencangkan atau menguatkan katup yang bocor. Selain itu juga, dapat dilakukan dengan mengganti katup dengan katup buatan yang terbuat dari material biologis atau material mekanik buatan sintetik sesuai indikasi.

Tak hanya itu, ada acara lain yang dapat dijalankan untuk mengobati penyakit jantung bawaan yakni dengan  Transplantasi katup dengan organ donor dari orang lain atau dengan pengobatan konservatif.

“Jadi pengobatan jantung bawaan itu bisa dengan cara lewat arteri, seperti orang pasang ring jadi alatnya itu akan mengembang di jantung sehingga bisa ditutup lewat kateterisasi tidak melalui pembedahan. Tetapi kalau si pasien mengalami jantung bawaan yang menyebabkan sianotik  yang berat jadi berubahnya itu jadi tertukar terus aliran darahnya itu harus dilakukan pembedahan  dan itu operasi besar dan pengobatan yang lain secara konservatif,” ungkap dokter Tengku.

Artikel ini bisa disaksikan secara audio visual melalui link berikut ini

https://www.youtube.com/watch?v=pPuCcj4_dHA&t=627s

https://www.youtube.com/watch?v=fgHfnPBiXYs&t=1209s

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close