Per 1 April 2017, Sampah Berbayar di Rinjani
Keindahan Gunung Rinjani sering sekali rusak oleh sampah. Untuk mengatasi masalah ini, Pemprov NTB bersama Taman Nasional akan memberlakukan sampah berbayar.
Gunung Rinjani memang jadi satu destinasi yang diincar para pendaki dari seluruh Indonesia. Namun sayang, ulah pendaki yang tidak bertanggung jawab membuat gunung cantik ini sering dipenuhi sampah.
Meski sudah berulang kali dibersihkan, nampaknya hal itu akan jadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan kesadaran dari para pendaki untuk tidak membuang sampah sembarangan. Muhammad Faozal, Kepala Dinas Pariwisata NTB pun sedang membahas rencana untuk memberlakukan sampah berbayar di Gunung Rinjani.
“Per 1 April 2017, kita akan berlakukan sampah berbayar untuk para pendaki Rinjani,” ujar Faozal pada Kamis malam (15/12).
Faozal juga kesal oleh ulah para pendaki yang tidak membawa turun lagi sampahnya. Sampah berbayar ini dimaksudkan agar para pendaki disiplin membuang sampah yang mereka bawa ketika mendaki gunung.
“Ini namanya sampah berjaminan, kalau dia nggak bawa sampahnya turun, uang jaminannya tidak bisa diambil,” kata Faozal.
Besarnya uang jaminan sampah ini pun tidak tanggung-tanggung, Rp 500 ribu rupiah per orang. Besarnya uang jaminan sampah ini berlaku bagi turis asing maupun turis lokal.
Jadi sebelum mendaki, wisatawan akan dicek membawa barang-barang apa saja, kemudian diwajibkan membayar uang jaminan sampah sebesar Rp 500 ribu tadi.
Uang jaminan ini bisa diambil kembali bila pendaki terbukti membawa turun kembali sampah yang dibawanya. Jika tidak, siap-siap saja uang Rp 500 ribu akan melayang.
“Paling banyak sampah plastik makanan, aqua, bungkus popmie. Itu ya ulah para pendaki-pendaki itu. Berkarung-karung itu kami bawa turun,” tukas Faozal.
Menurut Faozal rencana ini akan direalisasikan oleh pihak taman nasional. Diharapkan pada saat dibuka kembali pada 1 April 2017, rencana sampah berbayar ini sudah bisa dilaksanakan. Kalau sudah begini, traveler diharapkan lebih bertanggung jawab untuk tidak buang sampah sembarangan dan tidak mengotori Gunung Rinjani.
