Perbaikan Jalan Menuju Tanjung Lesung Rampung Tiga Bulan Kedepan
Tanjung Lesung menjadi salah satu kawasan yang ikut dihantam tsunami pada 23 Desember 2018 lalu. Destinasi yang masuk sebagai 10 Bali Baru ini, mengalami kerusakan yang cukup parah saat tsunami menerjang. Kerusakan itu terjadi pada sejumlah infrastruktur, seperti jalan menuju Tanjung Lesung.
Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati mengatakan perbaikan jalan hingga saat ini masih dilakukan. Diperkirakan perbaikan akan rampung tiga bulan kedepan.
“Proses revitalisasi akses jalan itu akan rampung dalam tiga bulan ke depan. Dari pelelangan hingga finishing,” ujar Eneng di sela-sela Forum Group Discussion Jurnalisme Ramah Pariwisata, Minggu (31/3/2019).
Upaya untuk membangkitkan Tanjung Lesung terus dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dibantu industri pariwisata, komunitas, media dan pihak terkait lainnya. Forum Group Discussion Jurnalisme Ramah Pariwisata, menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan Tanjung Lesung sebagai tombak pariwisata Banten. Forum ini juga menjadi bukti bahwa Tanjung Lesung aman untuk dikunjungi.
Tanjung Lesung yang berlokasi di sisi barat Kabupaten Pandeglang, Banten ini memiliki potensi wisata yang besar lewat surga yang tersembunyinya. Salah satunya pantai dan kampung wisata Baduy. Selain itu Tanjung Lesung juga memiliki Taman Nasional Ujung Kulon, yang jadi rumah bagi satwa badak bercula satu.
Sebelumnya, juga telah digelar Koordinasi Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca Tsunami Selat Sunda di Hotel Marbella, Anyer, Banten, pada Jumat (11/1/2019) lalu. Rapat ini, dipimpin langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan dihadiri Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, serta stakeholder terkait pariwisata dan pejebat Kemenpar lainnya.
Dalam kesempatan ini, Menpar menggaungkan langkah dan gerakan Selat Sunda Bangkit untuk mempercepat pemulihan kawasan pasca-tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018.
Kita di sini sepakat untuk menggaungkan Selat Sunda Bangkit. Silakan DAK (Dana Alokasi Khusus) sebanyak Rp 9 miliar untuk Banten dan Rp 33 miliar untuk Lampung digunakan untuk mempercepat ‘recovery’,” kata Menpar. (Sumber GenPI)
