Headline NewsMusic

Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera Berkomitmen Kembangkan Penyanyi Mandarin Indonesia Melalui Kontes

Bukan main komitmen Perhimpunan  Hakka Indonesia Sejahtera  dalam membina dan mengembangkan penyanyi-penyanyi mandarin tanah air. Komitemen itu dibuktikan organisasi Tionghoa Indonesia yang beorientasi pada seni dan budaya ini, dengan menggelar serentetan kontes lagu mendarin.

Setelah menggelar acara Chinese Songs Singing Competition 2020 pada Agustus lalu, kembali digelar kegiatan serupa menyambut Tahun Baru Imlek 2021 bertajuk Kontes Lagu Imlek. Yang lebih membanggakan, kontes ini yang pertama digelar di dunia, yang masuk dalam program Melodi Musim Semi. Program tersebut menjadi program bersama sejumlah negara termasuk Indonesia dalam memeriahkan datangnya Imlek.

Konser Lagu Imlek ini ditayangkan oleh EL JOHN TV dan Naning TV serta disebarkan ke 23 stasiun tv lokal yang ada di 13 negara. Konser tersebut resmi dimulai, hari ini Sabtu (14/11/2020) di  kantor  Perhimpunan  Hakka Indonesia Sejahtera, di Jalan Batu Tulis, Pecenongan, Jakarta Pusat. Kontes diikuti 130 peserta yang terdiri dari 79 peserta kategori anak dan 51 peserta kategori dewasa.

Ketua Panitia Jeanne Laksana mengatakan konser ini, merupakan komitmen Perhimpunan  Hakka Indonesia Sejahtera  dalam mencari bibit berpotensi dalam menyanyikan lagu-lagu mandarin.

“Banyak sekali yang kecil, mereka suka menyanyi dan dari mereka menyanyi lagu mandarin, mereka bisa belajar bahasa mandarin. Selain itu, banyak jumlah peserta yang ikut kontes menjadi bukti bahwa di Indonesia banyak penyanyi mandarin berpotensial,” kata Jeanne kepada tim liputan EL JOHN News di sela-sela kontes perdana.

 

Jeanne berharap kegiatan positif ini, dapat didukung penuh oleh pemerintah, pasalnya tidak sedikit penyanyi mandarin Indonesia yang mengukir prestasi di dunia.

” Sudah banyak ya, prestasi penyanyi mandarin kita di kancah internasional, bahkan prestasi itu terus dipertahankan setiap tahunnya, saya berharap pemerintah dapat mendukung penuh langkah baik ini,” ujar Jeanne.

Menurut Jeanne tidak menutup kemungkinan kontes lagu mandarin akan terus digelar dengan kemasan yang berbeda. “Bisa jadi ya, kita terus menggelar kontes seperti ini biar ada wadah bagi masyarakat yang suka menyanyi lagu mandarin,” ungkap Jeanne.

Kontes tersebut didukung oleh organisasi besar Tionghoa Indonesia lainnya, yakni INTI, PSMTI, Paguyuban Meizhou Indonesia, Konsursium Musisi dan Penyanyi Indonesia, Perhimpunan Fujian Indonesia, Perkumpulan Persatuan Guandong Indonesia, Perkumpulan Hakka Jakarta, Paguyuban Hakka Yogyakarta dan Perkumpulan Hakka NTT serta EL JOHN Media. Selain itu, kontes ini juga disuport oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close