Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, RI dan Tiongkok Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan dan Pembangunan Hijau

0
WhatsApp Image 2025-06-12 at 13.28.59

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing secara aktif mendukung terselenggaranya forum penting bertajuk Advancing Indonesia–China Cooperation on Clean Energy and Green Development. Kegiatan ini berlangsung pada 10 Juni 2025 di Grand Hyatt Hotel Beijing, dengan penyelenggaraan utama oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) dan kolaborasi berbagai lembaga Tiongkok seperti BRI Green Development Coalition (BRIGC), World Resources Institute (WRI) China, dan Chinese Renewable Energy Industries Association (CREIA).

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing, Parulian Silalahi, menekankan bahwa kerja sama dalam bidang energi bersih tidak hanya menjadi kunci untuk mengurangi emisi karbon, tetapi juga merupakan peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta memperkuat ekonomi hijau di kedua negara. Ia juga menyoroti bahwa para investor Tiongkok telah mulai menunjukkan komitmen mereka dengan berinvestasi dalam berbagai proyek energi terbarukan di Indonesia.

“Transisi energi bukan hanya soal mengubah sumber energi, tetapi juga membuka kesempatan baru dalam hal ekonomi dan teknologi. Tiongkok merupakan mitra penting dalam perjalanan transformasi energi Indonesia,” ungkap Parulian.

Sementara itu, Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR, menyampaikan hasil riset bahwa Indonesia memiliki potensi teknis energi terbarukan yang sangat besar, yakni mencapai 7.700 GW, lebih dari dua kali lipat data resmi pemerintah. Dari semua sumber yang tersedia, energi surya menjadi potensi terbesar yang dapat dioptimalkan, terutama melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Ini adalah waktu yang tepat untuk membangun ekosistem teknologi energi surya bersama Tiongkok, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun riset,” tutur Fabby.

Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai institusi strategis. Dari pihak Indonesia hadir perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian Perindustrian, serta perwakilan asosiasi seperti APAMSI dan AESI. Sedangkan dari Tiongkok hadir wakil dari China Renewable Energy Engineering Institute (CREEI), China Institute for International Studies, CREIA, JA Solar, dan China Energy Storage Alliance.

Kegiatan ini menandai semakin eratnya kolaborasi Indonesia dan Tiongkok di bidang energi baru, memperkuat fondasi kerja sama jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

Peringatan 75 tahun hubungan bilateral RI-RRT ini menjadi momentum penting untuk mendorong kemitraan yang strategis dan komprehensif di bidang energi bersih, teknologi hijau, dan solusi berkelanjutan yang berdampak luas, baik secara nasional maupun regional di kawasan Asia Tenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *