Peringati Hari Laut Sedunia, Putri Bumi Indonesia 2021 Lakukan Aksi Penanaman Terumbu Karang di Kepulauan Seribu
Memperingati hari laut sedunia, Putri Bumi Indonesia 2021 Eunike Suwandi melakukan aksi nyata menjaga dan menyelamatkan ekosistem laut. Aksi nyata tersebut dilakukan Putri binaan Yayasan EL JOHN Indonesia ini, dengan menanam terumbu karang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, 8 Juni 2022
Penanaman terumbu karang ini, dilakukan Eunike bersama LSPR, Smiling Coral dan Seas the Day. Ada 71 baby coral( terumbu karang) yang ditanamkan ke dasar laut dengan menggunakan media tanam. Baby coral yang ditanam tersebut , dicantumkan nama orang-orang yang ikut mendonasikan kegiatan positif ini, termasuk nama Putri Bumi Indonesia 2021.
Baby coral ini, ditenggelamkan secara pelan-pelan ke dasar laut. Eunike juga ikut dalam aksi penyelaman ini, dengan didampingi oleh penyelam profesional. Penanaman baby coral ini adalah suatu upaya untuk membuat habitat terumbu karang baru atau merubah habitat lain di luar habitat terumbu karang menjadi habitat terumbu karang.

Data dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan, ada 390 atau 33,82 persen terumbu karang di Indonesia masuk dalam kategori buruk. Data tersebut diperoleh LIPI melalui pemantauannya pada tahun 2019 di 1153 titik.
Kemudian, 431 terumbu karang atau 37,38 persen masuk kategori sedang, 258 terumbu karang atau 22,38 persen masuk kategori baik dan 74 terumbu karang atau 6,42 persen masuk kategori sangat baik.
Eunike merasa senang dapat berpartisipasi dalam aksi penyelamatan ekosistem laut ini. Eunike juga menyatakan kesiapannya mendukung segala kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.
Eunike berharap, kedepan semakin banyak masyarakat yang ikut membantu menjaga kelestarian terumbu karang. Dalam menjaga kelestarian terumbu karang tidak harus turut ke laut namun bisa dengan berdonasi pada setiap aksi nyata melestarikan lingkungan.

“Aku juga bersyukur karena banyak orang yang mau berpartisipasi untuk menanam terumbu karang Karang. Terumbu karang ini dampaknya sangat baik untuk laut dan sangat baik juga untuk lingkungan kita. Semoga kedepannya semakin banyak yang mau berpartisipasi dalam aksi-aksi seperti ini,”kata Eunike saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News.
Menurut Eunike, selain untuk keberlangsungan hidup habitat laut, terumbu karang juga dapat menjadi daya tarik wisata, apalagi Indonesia menjadi negara yang kaya akan wisata baharinya. Karena itu, sangat penting untuk menjaga kelestarian alam bukan hanya bagi masyarakat sekitar destinasi namun juga kepada wisatawan.

Eunike berharap wisatawan dapat menerapkan pola berwisata yang cerdas, dapat menjaga kebersihan dan tidak merusak.
“Selain menjaga ekosistem, penanaman terumbu karang ini penting buat keindahan lautnya juga. Di samping untuk menjaga keseimbangan ekosistem, Jadi konsen aku sebenarnya menanam terumbu karang ini, bukan hanya untuk kebaikan lingkungan, tetapi untuk pariwisata juga. Karena kan setelah pandemi ini pariwisata akan terus meningkat. Jadi ini bersinggungan sangat dekat antara lingkungan dan pariwisata,” ungkap mahasiswi s LSPR Communication and Business Institute ini.
“Jika kalian ingin ingin melihat dan menikmati keindahan laut, nikmatilah tapi jangan merusak keindahan itu. Terkadang ada wisatawan yang penasaran dengan terumbu karang itu seperti apa Jadi ada juga, mereka yang mencabut terumbu karang, itu jangan dilakukan dan harus dihindari. Kalau mau snorkeling, cukup dilihat terumbu karangnya atau difoto, jangan sampai dipetik hanya untuk kenang-kenangan,” tambahnya.

Setelah dilakukan penanam, 71 baby coral tersebut nantinya akan dimonitor selama tiga bulan sekali untuk melihat perkembangannya. Eunike bersama komunitas pemerhati lingkungan tidak akan berhenti di kegiatan ini, akan ada penanaman baby coral berikutnya dan aksi lainnya yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.
“Nanti kita akan membuat project-project lainnya, sehingga membantu menambah wawasan dan kita meningkatkan partisipasi masyarakat juga untuk kebaikan lingkungan,” tutup Eunike.
