Peringati HUT ke-49, Moeldoko Berharap HKTI Mampu Bawa Perubahan Lebih Baik Untuk Sektor Pertanian

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun ke-49 tahun di Kantor Sekretariat HKTI di kawasan Taman Lawang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/04/2022).. Perayaan hari jadi HKTI ini, dikemas dengan kegiatan menyantuni puluhan anak yatim dan program satu gelas beras untuk penyandang disabilitas. Kali ini, para penyandang disabilitas yang hadir berasal dari Komunitas Ceritawina.
Program ini, merupakan gagasan Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, SIP yang diluncurkan pada awal Maret lalu dan bertujuan untuk meringankan beban penyandang disabilitas yang terkena dampak pandemi Covid-19
Sebagai tanda perayaan HUT ke 49 HKTI, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum DPP HKTI didampingi Sekjen HKTI Mayjen TNI (Purn) Bambang Budi Waluyo dan sejumlah pengurus DPP HKTI.
Ketua Umum DPP HKTI berharap di usianya ke-49 tahun ini, HKTI dapat membawa perubahan sektor pertanian ke arah yang lebih baik, termasuk perubahan terhadap lingkungan. Hal ini penting, karena lingkungan memberi dampak yang signifikan terhadap produksi pertanian
“Ini pertanian kita kalau tidak kita perhatikan dengan sungguh-sungguh maka ada kecenderungan terhadap kerusakan tanah, karena penggunaan pestisida, penggunaan pupuk yang berlebihan itu membuat tanah menjadi keras. Maka pendekatan-pendekatan organic juga diperlukan dan ini masyarakat juga sudah mulai menggeliat ke arah sana. HKTI harus kawal dengan baik,” kata Moeldoko yang juga sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Tak hanya itu, Moeldoko juga mendorong HKTI bersama Pemerintah dapat mengatasi persoalan-persoalan yang tengah dihadapi petani, di antaranya persoalan pupuk yang menjadi perhatian bersama. Menurut Moeldoko agar pupuk tidak terus menjadi persoalan, maka harus ada kepastian ketersediaan pupuk yang memadai bagi petani.
“Berikutnya persoalan capital. Pemerintah memberikan dukungan penuh untuk KUR, tapi justru para petani belum bisa memanfaatkan itu dengan baik karena memang keterbatasan. Ini akan disosialisasikan secara terus menerus,” ujar Mantan Panglima TNI ini.
“Persoalan selanjutnya digitalisasi adalah persoalan yang tidak dapat ditinggalkan untuk pertanian kedepan. Ini persoalan yang selalu HKTI update,” sambung Moeldoko.
Hal senada juga disampaikan Sekjen HKTI Mayjen TNI (Purn) Bambang Budi Waluyo. Ia mengatakan di usianya yang tidak muda lagi, HKTI harus dapat memperkuat konsolidasi baik ditingkat pusat maupun daerah.
Selain itu, Budi Waluyo berharap kedepan HKTI dapat mencetak lebih banyak lagi petani milenial. Pasalnya petani yang ada saat ini masih didominasi usia 50 sampai 60 tahun keatas.
“Oleh karena itu, saya mengajak generasi muda, utamanya milenial, jangan malu-malu untuk bertani, karena semuanya sudah menggunakan alat digitalisasi. Kita memupuk dan menyiram itu sudah pake drone. Kemudian menanam padi juga sudah pakai mesin alat tani, nah itu harapannya,” ujar Budi Waluyo.
Harapan lainnya yang disampaikan Budi Waluyo, yakni HKTI harus tetap realistis dalam melihat kebijakan pemerintah. “Karena HKTI ini mitra pemerintah tentunya, kita juga mendukung kebijakan Pemerintah tentang petani dan pertanian, karena kita sebagai mitra strategis pemerintah. Tetapi HKTI juga harus kritis terhadap pemerintah apabila kebijakan tidak sesuai atau merugikan petani,” tutur Budi Waluyo.
Seperti diketahui perayaan HUT ke-49, telah diisi berbagai kegiatan, di antaranya sebelum bulan Ramadan, HKTI memberikan pupuk gratis kepada petani sebanyak 100 ton, memberikan gerobak kepada pedagang sayur dan menyelenggarakan bazar. Kemudian di bulan Ramadan, HKTI melaksanakan kegiatan HKTI Peduli Ramadan.




