Perkuat Daya Tahan Tubuh Untuk Mencegah Penyakit Meningitis

0
El John Medical. 3

 Saat ini, banyak orang yang belum menyadari bahwa penyakit meningitis termasuk penyakit yang tergolong berbahaya. Meski  jarang terjadi, namun penyakit yang disebabkan kuman atau virus ini dapat berakibat fatal.

Meningitis adalah kondisi serius yang menyebabkan lapisan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang mengalami peradangan akibat virus.  Penyakit ini tidak pandang usia penderitanya, baik balita, remaja hingga orangtua dapat terkena apabila kondisi daya tahan tubuhnya  lemah.

Dokter Spesialis Saraf,  dr. Achmad Harun Muchsin, Sp.N mengatakan menjaga daya tahan tubuh sangat penting untuk mencegah penyakit meningitis. Karena itu, bagi anak-anak harus diperhatikan asupan yang diberikan, utamanya nutrisi. Nutrisi menjadi senjata ampuh dalam menangkal virus, termasuk virus yang menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang.

Jika nutrisinya buruk maka akan beresiko tertular penyakit meningitis. Apalagi bagi anak yang kurang  mendapatkan ASI atau yang tidak sama sekali mendapat ASI maka resikonya bisa semakin tinggi. Hal tersebut harus menjadi perhatian serius orangtua agar mengupayakan nutrisi anak dapat terjaga dengan baik bagi si buah hati.

“Anak-anak ini usia rentan karena daya tahan tubuhnya belum kuat, belum terbentuk dengan baik, jadi memang sangat rentan terserang penyakit-penyakit menular, apalagi kepada anak-anak yang tidak ASI, yang tidak memperoleh ASI dengan baik. Jadi sangat rentan tertular penyakit-penyakit,” kata dokter Achmad saat menjadi pembicara dalam program EL JOHN Medical Forum yang dipandu oleh Miss Earth Indonesia 2019 Cinthia Kusuma Rani. Program ini  disiarkan secara rutin oleh EL JOHN TV.

“Contoh sekarang ini, ini lagi pandemi, pesannya sama jadi jaga nutrisi, orang-orang yang memiliki nutrisi buruk ini berbahaya  bisa kena apa saja, bukan hanya Covid, tetapi juga bisa kena meningitis, bisa kena yang lain-lain jadi ini pertama  perbaiki nutrisi,” sambungnya.

Dokter Achmad menjelaskan, selain nutrisi, upaya  pencegahan lain yakni biasakan untuk berjemur. Pagi hari merupakan waktu yang paling tepat untuk berjemur di bawah sinar matahari. Di waktu inilah, sinar matahari masih belum terik sehingga Anda bisa mendapatkan manfaat gratis kesehatan alami.

Sinar matahari pagi menghasilkan sinar UV (ultraviolet) yang menyentuh permukaan kulit untuk diubah oleh tubuh menjadi vitamin D. Vitamin D dibutuhkan untuk menjalankan fungsi metabolisme kalsium, imunitas tubuh, serta mentransmisi kerja otot dengan saraf.

Upaya  pencegahan berikutnya adalah  perbanyak konsumsi air putih agar tidak dehidrasi, tiduk yang cukup dan hindari stress. “Stres tentu akan menurunkan daya tahan tubuh  secara langsung, karena pada saat kita stress maka hormone-hormon yang buruk yang keluar. Stres itu akan memperburuk metabolism terbentuknya daya tahan tubuh,” ujar dokter Achmad.

Selanjutnya, menurut dokter Achmad adalah hindari rokok dan bagi yang masih merokok  untuk berhenti total. Rokok menjadi sumber masalah penyakit yang ditimbulkan bukan hanya meningitis namun juga penyakit lain.

“Rokok akan menghilangkan ikatan daripada sel darah ya, jadi dia mengganggu hemoglobin sehingga tidak optimal. Itu saja dijelaskan maka akan mengurangi atau menganggu fungsi-fungsi dari pada metabolism  daya tahan tubuh. Jadi hindari rokok dan hindari dari paparan rokok,” terang dokter Achmad.

Dokter Achmad menyarankan agar masyarakat tidak terlalu mudah mengkosumsi antibiotic, apalagi pemakaian antibioticnya dilakukan tanpa resep dokter. Jika itu dilakukan, dikhawatirkan akan terjadi resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik adalah kemampuan bakteri untuk bertahan dari efek antibiotik. Bakteri yang seharusnya mati, justru bertambah banyak. Sebenarnya hal ini tidak terlalu mengejutkan karena penemu antibiotik pun dari awal sudah memprediksinya.

“Kemudian jangan minum antibiotik  tanpa arahan dari dokter. Kadang banyak di masyarakat  hanya nyeri-nyeri di minumlah antibiotik  padahal bukan obatnya. Jadi bijaklah dalam mengkonsumsi antibiotic,” saran dokter Achmad.

Dalam kesempatan ini, dokter Achmad juga menjelaskan gejala-gejala yang ditimbulkan dari penyakit meningitis. Namun, gejala tersebut dirasakan berbeda tergantung dari faktor usia.

Pada orang dewasa, gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri kepala hebat, diikuti dengan kaku kuduk (keterbatasan dalam menggerakkan leher ke depan karena terjadi peningkatan tegangan otot leher dan kekakuan tengkuk).Kondisi demikian jarang ditemukan pada anak kecil. Pada anak-anak, gejala yang sering ditemukan adalah rewel dan anak terlihat tidak sehat.

“Kapan kita memutuskan ke rumah sakit, nah apabila terjadi perubahan kesadaran. Jadi yang tadinya aktif berbicara, nyambung kemudian tiba-tiba jadi kurang nyambung, lebih sering tidur, ko tidurnya panjang, lemes terus, terus apabila demam, demamnya itu sudah lebih satu minggu ya, ada yang bilang udah lebih 14 hari, itu harus dibawa,’ ungkap dokter Achmad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *