Perkuat Hubungan Bilateral, Indonesia-Belarus Luncurkan Peta Jalan Kerja Sama 2026-2030

0
Untitled.jpg peta jalan

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko sedang menyampaikan keterangan pers (Foto: tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

El John News, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko resmi meluncurkan Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030 sebagai pedoman baru dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Belarus selama lima tahun mendatang.

Peluncuran peta jalan kerja sama tersebut diumumkan Presiden Prabowo usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Menurut Prabowo, dokumen tersebut menjadi dasar bagi kedua negara untuk membangun kerja sama yang lebih terarah dan menghasilkan manfaat nyata.

“Hari ini kedua negara telah meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama Indonesia-Belarus 2026-2030 yang akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral selama 5 tahun ke depan. Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret,” kata Prabowo.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga menyepakati penguatan kerja sama di sektor ketahanan pangan. Indonesia dan Belarus dinilai memiliki potensi yang saling melengkapi, terutama dalam pengembangan pertanian modern, penyediaan pupuk, teknologi pertanian, hingga alat berat pendukung sektor pertanian.

“Di bidang ketahanan pangan, kita bertekad untuk terus meningkatkan kerja sama. Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian, serta alat berat,” ujarnya.

Selain sektor pangan, kedua negara juga berkomitmen memperluas kemitraan ekonomi guna mendukung agenda pembangunan nasional masing-masing. Fokus kerja sama diarahkan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta kolaborasi di bidang teknologi.

Di sektor perdagangan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya atas langkah Belarus yang telah menyelesaikan proses ratifikasi Uni Ekonomi Eurasia atau Eurasian Economic Union (EAEU). Indonesia, lanjut Prabowo, saat ini juga tengah menjalankan proses ratifikasi yang sama.

“Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut,” ujar Prabowo.

Sementara di bidang industri, Indonesia dan Belarus sepakat meningkatkan investasi serta memperkuat hubungan antar pelaku usaha. Kerja sama akan difokuskan pada sektor manufaktur, otomotif, kendaraan berat, hingga agroindustri.

Tak hanya itu, kedua negara juga sepakat mempererat hubungan di bidang sosial, budaya, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia. Kemitraan antarlembaga pendidikan serta pelatihan vokasi menjadi salah satu prioritas yang akan terus didorong.

“Kami mendorong kerja sama yang lebih erat melalui pertukaran budaya, penguatan kemitraan antara institusi pendidikan dan pelatihan vokasi,” ujarnya.

Melalui peluncuran peta jalan kerja sama ini, Indonesia dan Belarus berharap hubungan bilateral kedua negara semakin kuat dan mampu menghasilkan kerja sama konkret yang saling menguntungkan di berbagai sektor strategis selama lima tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *