Headline News

Perpindahan Ibukota Tidak Lantas Pusat Perekonomian Juga Pindah


Wancana perpindahan ibukota semakin menggelora. Meski masih dalam kajian namun wancana ini menjadi pemberitaan hangat di sejumlah media massa, bahkan layak untuk dijadikan sebuah diskusi.  Seperti diskusi yang digelar di Hotel Ibis Jakarta, Selasa, 9 Mei 2017.

Salah satu yang menjadi sorotan dalam diskusi ini adalah kehadiran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan. Rido mengatakan perpindahan ibukota dari Jakarta ke daerah lain tidak semerta-merta pusat perekenomian juga ikut pindah.

“Jadi, mesti dibedakan, antara pindah Ibu Kota, atau pindah pusat pemerintahan. Kenapa saya bilang begitu, karena di Afrika Selatan saja Ibu Kota ada tiga,” kata Rido saat diskusi.

Ia menjelaskan, Afrika Selatan menetapkan lokasi Ibu Kota pemerintahan di Pretoria, Ibu Kota kebudayaan di Durban, dan Ibu Kota perekonomian yang ada di Cape Town.

“Jadi, kalau Ibu Kota untuk perekonomian itu mungkin tetap di Jakarta. Tetapi, Ibu Kota pemerintahan bisa aja di Palangkaraya, dan ekonomi juga (pindah) sedikit pastinya,” ujar  Rido.

Selain Afrika Selatan, Rido menambahkan, ada beberapa negara yang berhasil memindahkan Ibu Kota. Diantaranya, Brasil dengan Ibu Kotanya di Brasilia. Pemindahan disebut berhasil, karena pemerintahan berhasil pindah ke sana.

“Dan, kalau bikin kota untuk pusat pemerintahan, Malaysia juga bikin pusat pemerintah di Putra Jaya. Nah, jaraknya, saya kira 60 kilometer saja. Kalau Australia, juga Federal-nya di Canbera, kota kecil tapi di selatan ya, tapi pemerintahan juga,” ungkap Rido

“Saya kira, banyak contoh pemindahan itu dengan berbagai alasan, kalau diputuskan seperti itu kita (BPIW) siap-siap saja,” tambahnya

Menurut Rido, pihaknya kini masih menunggu bagaimana hasil kajian dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas). Berdasarkan informasi yang beredar di sejumlah media massa, saat ini Bappenas masih mengkaji wilayahPalangkaraya sebagai ibukota.Meski demikian, untuk Infrastruktur, pihaknya disebut siap untuk membangun Ibu Kota baru. Bahkan  rido menegaskan sudah ada infrastruktur yang inventarisasi.

“Secara infrastruktur, kita sudah mulai menginventarisasi apa yang harus disiapkan. Kalau ukuran jalan (di Palangkaraya) misalnya, itu pasti lebar-lebar seperti Sudirman, seperti Gatot Subroto. Yang utama itu, jalan duluan,” kata dia.

 

 

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button