PERSAINGAN INDONESIA-IRAN DI TDS BERLANJUT DI KOTA SEJARAH DHARMASRAYA
Sawahlunto, Sumatera Barat – Kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2016 menyisakan dua etape, namun hingga saat ini belum ada pebalap yang dominan sehingga di etape yang tersisa persaingan dipastikan akan berlangsung ketat termasuk dari Sijunjung menuju Dharmasraya, Jumat (12/8).
Secara umum lintasan yang akan dilalui di etape tujuh adalah lintasan datar. Kondisi ini berbeda dengan etape sebelumnya yang terdapat titik king of mountain (KOM) kategori satu dengan ketinggian 1.132 mdpl. Namun, jika dilihat dari sisi lain maka banyak hal yang harus diketahui.
Dimulai dari Sijunjung. Kota yang berbatasan langsung kota tua tambang Sawahlunto juga memiliki destinasi wisata yang tidak kalah dengan wilayah di Sumatera Barat lainnya yaitu rumah adat Sijunjung. Rumah ada ini berada satu Komplek dan memilki bentuk yang sama.
Selepas dari Sijunjung, semua pebalap akan langsung beradu cepat meski terdapat titik king of mountain (KOM) tepatnya di km 43,1. Setelah itu adu sprint bisa dipastikan akan terjadi karena lintasan balap akan memanjakan pebalap dengan spesialisasi sprint.
Memasuki Dharmasraya semua pebalap juga dihadapkan lintasan yang sama hingga masuk finis di Gelanggang Olahraga kota tersebut. Nama Dharmasraya sendiri merupakan salah satu nama Kerajaan Melayu yang berdiri pada abad 12 hingga 14. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan peninggalan arkeolog seperti candi maupun arca.
Saat ini pengembangan Dharmasraya sebagai kota destinasi wisata juga terus digalakkan yang salah satunya dengan menjadi tuan rumah pelaksanaan kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak yang didukung penuh Kementerian Pariwisata itu.
Balapan Tour de Singkarak sendiri saat ini terjadi persaingan sengit antara pebalap Indonesia yaitu Dadi Suryadi yang memperkuat Terengganu Cycling Team Malaysia dengan Amir Kolahdouz dari Pishgaman Cycling Team Iran untuk menjadi pemuncak klasemen atau pemegang yellow jersey.
Namun, persaingan mereka juga akan mendapatkan perlawanan dari pebalap yang akan menjuarai etape tujuh. Apalagi, sejak etape pertama tidak ada pebalap yang dominan atau dalam artian bisa menang lebih dari satu etape yang sudah dilombakan.
Beberapa nama seperi Jang Jyunggu dari Korail Cycling Team, Korea Selatan, Ricardo Garcia dari Kinan Cycling Team Jepang hingg pebalap dari Singha Infinite Cycling Team Singapura diperkiraan akan menyodok untuk mengejar juara etape.
Khusus untuk Amir dan Dadi diperkirakan akan tetap bermain aman demi mengontrol jalannya perlombaan. Posisi kedua pebalap dalam klasemen sementara jauh mengungguli pebalap yang lain. Amir membukukan total catatan waktu 19:46:11, sedangkan Dadi dibelakangnya dengan selisih waktu satu menit 22 detik.
“Saat ini kami fokus mengamankan jersey yang kami pakai. Makanya, kami akan terus menjaga pebalap yang dengan kami termasuk pada balapan besok,” kata pebalap Pishgaman Cycling Team, Iran, Amir Kolahdouz.
Pebalap dengan nomor start satu itu saat ini memegang tiga gelar sekaligus yaitu yellow jersey sebagai pemimpin perlombaan, green jersey sebagai predikat raja sprint dan polkadot jersey atau lebih dikenal dengan raja tanjakan. Sedangkan predikat pebalap Indonesia tercepat (red white jersey) dipegang Dadi Suryadi.
Melonjaknya prestasi Dadi Suryadi disambut baik oleh pelatih Timnas Indonesia, Wawan Setyobudi. Menurut dia, prestasi bagus pebalap asal Sumedang, Jawa Barat itu akan menguntungkan Indonesia. Apalagi, Dadi akan menjadi tulang punggung timnas pada SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.
