PHRI Apresiasi Kepemimpinan Kadin Kaltim Untuk Mendorong Sektor Pariwisata
Dalam hal penanganan sektor pariwisata harus dilakukan sinergi antara beberapa pihak, tidak hanya mengandalkan pemerintah saja namun harus ada dukungan dari pihak stakeholder. Sektor pariwisata di Kalimantan Timur pun harus mendapat dukungan dari selain pemerintah dan harus memiliki bantuan dari pihak lainnya.
Untuk itu harus adanya sinergi antara pelaku dan pemaku kepentingan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Syafruddin Pernyata. Sinergi tersebut dijelaskan oleh HM Zulkifli yang merupakan Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah Kaltim dan juga anggota Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim.
“Terus terang saja sejak kepemimpinan Syafruddin Pernyata sebagai Kadis Pariwisata Kaltim, seluruh mitra kerja yang berada di bawah Dispar sudah berkumpul dan berdiskusi bersama. Di dalamnya ada PHRI, ASITA, HPI, Badan Promosi Pariwisata, dan sebagainya. Setiap tiga bulan kami selalu mengadakan kegiatan sinergikan apa yang harus didorong untuk meningkatkan wisata Kaltim,” ujar Zulkifli.
Dengan memanfaatkan keharmonisan antara pemerintah dengan pelaku bisnis sehingga menjadi momentum bersama untuk mendorong pertumbuhan dan penjualan terkait potensi wisata di Kalimantan.
“Sebenarnya kalau berbicara daya tarik, Kaltim ini sudah sangat luar biasa. Cuma memang titik lemahnya aksesibilitas dan konektivitas. Artinya dari tempat satu ke tempat lainnya memerlukan biaya besar,” tambah Zulkifli.
Berdasarkan pengalaman ketika orang mengunjungi Balikpapan dengan harga yang murah namun dari Balikpapan ke Berau aksesnya masih susah dan mahal. Dan itu merupakan salah satu kendala yang harus segera dibenahi dan mendorong sinergi tidak hanya Dinas Pariwisata namun jugadari Dinas PU, Bappeda, Dispenda, dan dinas lainnya.
Pernyataan diatas juga disetujui oleh Ketua (Badan Pengurus Cabang) BPC PHRI Samarinda yaitu Leny Marlina, sebagai salah satu stakeholder yang punya peran, bahwa peningkatan pariwisata di Kaltim otomatis meningkatkan hunian hotel juga sehingga nantinya berdampak positif terutama pertumbuhan pendapatan asli daerah.
“Memang kami sebagai pengusaha perhotelan sangat berharap untuk pariwisata di Kaltim khususnya Samarinda. Dengan kondisi ekonomi saat ini kita berharap adanya sinergi antara Pemerintah dengan para stakeholders bidang pariwisata bahu‑membahu meningkatkan pariwisata. Badan Promosi ini juga dibentuk agar para pengusaha bidang ini bisa menjual potensi pariwisata di wilayah ini,” ujar Leny.
Menurut Leny dia mendukung kerja nyata dari Kepala Dinas Pariwisata Kaltim yang sudah gencarnya di masa jabatan yang terbilang baru. Kinerja yang dilakukan sudah terlihat apalagi dalam hal bersinergi dengan para pelaku wisata untuk mendorong promosi wisata Kaltim.
