PHRI Denpasar Siapkan Skenario Evakuasi Wisatawan Jika Gunung Agung Erupsi
Seorang pengelola persewaan menawarkan selancarnya di Pantai Kuta, Bali, Senin (10/3). Pantai Kuta dan sejumlah obyek wisata di Bali akan ditutup dari segala aktifitas berkenaan pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1936 pada akhir Maret mendatang. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/Koz/pd/14.
Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) BPC Denpasar membuat skenario jika erupsi Gunung Agung di kabupaten Karangsem terjadi. Skenario itu yakni meminta kepada Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantar untuk membuat statement di berbagai media sosial tentang kawasan Kota Denpasar yang aman.
Perlu diketahui bahwa Kota Denpasar menjadi salah satu daerah yang paling banyak didatangi wisatawan mancanegara (wisman). Bahkan wisman yang menyambangi Bali memilih Denpasar sebagai tempat menginap mengingat Denpasar menjadi daerah yang strategis untuk menunjuk ke destinasi wisata yang ada di daerah lain, salah satunya adalah Kuta.
Menyusul adanya ancaman bencana erupsi Gunung Agung, Ketua PHRI BPC Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengajak wisman yang berkunjung ke Denpasr untuk tidak merasa khawatir dengan kondisi Gunung Agung saat ini. Sebab, jika terjadi erupsi hanya 28 desa saja yang terdampak.
Saat terjadinya kenaikan aktivitas Gunung Agung, pemerintah telah memetakan daerah mana saja yang aman dan tidak aman. Untuk daerah yang berjarak 12 km dari puncak Gunung Agung masuk sebagai zona merah atau zona tidak aman. Untuk Denpasar dipastikan aman mengingat jarak Gunung Agung ke Denpasar cukup jauh. Selain Denpasar, bandara juga relatif jauh dari Gunung Agung, yakni berjarak 60 km ke arah selatan.
Wali Kota Denpasar mengapresiasi rencana tanggap bencana yang dibuat PHRI. Untuk memaksimalkan langkah tersebut Rai Mantra minta agar PHRI membuat simulasi. “Simulasi perlu dilakukan, sehingga ketika bencana benar tejadi pola perencanaan tanggap bencana ini bisa diterapkan dengan baik,” ungkapnya.
Tidak hanya itu Rai Mantra minta agar titik yang disediakan untuk turis itu disosialisasikan. Bahkan titik itu harus dimasukan di tanggap bencana yang ada di pogram ProDenpasar. “Masyarakat atau wisatawan yang berada di Kota Denpasar bisa menghubungi 112 jika mengalami masalah,” ujarnya. (Sumber Bali Post)
