PHRI Sumsel Melakukan Pemasangan CCTV Untuk Peningkatan Keamanan Berwisata
Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan, Anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan melakukan pemasangan ratusan kamera pemantau ( CCTV) di sekitar gedung usaha sejak Juni 2017 untuk melindungi wisatawan.
“Sebanyak 144 pengelola hotel dan 400 pengelola restoran sepakat akan memasang minimal dua unit CCTV dan sebagian telah merealisasikannya,” kata Ketua PHRI Sumatera Selatan Herlan Aspiudin pada Selasa 6 Juni 2017.
Menurut Herlan dengan pemasangan kamera pemantau tersebut memiliki peran penting apabila adanya kejadian tindak kejahatan atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitaran hotel dapat diketahui dengan cepat dan terdokumentasi sehingga nantinya dapat diurus dengan mudah juga, apalagi hasil pemantauan selama 24 jam dapat terekam atau tersimpan di dalam perangkat CCTV.
Dengan bantuan tersebut sehingga mampu mengetahui suasana di sekitar hotel dan restoran dan berpengaruh untuk melindungi wisatawan serta membantu kepolisian menyelesaikan kasus jika terjadi tindak kejahatan yang menimpa wisatawan nusantara maupun mancanegara serta masyarakat setempat.
“Pemasangan CCTV itu akan terus dilakukan dengan mendorong pengelola hotel dan restoran yang belum mewujudkannya segera melakukan pemasangan dengan target sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 seluruh anggota telah memasang kamera tersebut,” ujar Herlan.
Secara umum menurut Herlan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Palembang serta 16 kabupaten/kota Sumsel lainnya sudah cukup kondusif dan layak untuk dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara yang akan menikmati wisata alam, budaya, sejarah, dan kuliner. Apalagi sebentar lagi akan di helat Asian Games 2018 yang berlangsung di Palembang dan Jakarta.
Ini merupakan momen untuk meningkatkan citra positif bagi Indonesia, apalagi dengan adanya perhelatan akbar tersebut bisa semakin mendorong Indonesia semakin terkenal dan positif dimata wisatawan.
Dengan peningkatan pengamanan tersebut diharapkan wisatawan yang berkunjung mendapatkan pengalaman dalam menikmati perjalanannya dan bisa membawa kesan positif ketika kembali ke daerah atau negara asalnya.
“Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan terutama wisatawan mancanegara yang selama ini setiap bulan berkisar 800 hingga 1.500 orang, di mana jumlah wisatawan terbanyak dari Malaysia, Singapura, dan Jepang,” lanjut Herlan.
