DestinationTechnologyTourism

Pokemon Go Bisa Jadi Ajang Promosi Pariwisata

Pokemon Go kini sedang menjadi primadona dan bahkan dimainkan oleh banyak orang lintas usia. Popularitas game ini pun ternyata bisa dimanfaatkan untuk promosi objek wisata di berbagai daerah, termasuk di DKI Jakarta.

Di Indonesia, Pokomen Go memang belum dirilis secara resmi. Namun sudah banyak pengguna Android serta iOS yang mengunduhnya dari pihak ketiga. Di Jakarta misalnya, banyak warga main Pokemon Go di berbagai tempat, termasuk di objek wisata seperti Monas. Bisa dibilang, game ini turut andil dalam meningkatkan kunjungan ke tempat wisata.

“Bagus banget, beberapa destinasi pariwisata di Jakarta juga ditempatkan menjadi wilayah perburuan Pokemon Go! Makin banyak tempat, makin bagus untuk mempromosikan Wonderful Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam rilisnya, Jumat (15/7).

Demam Pokemon Go ini juga juga didukung oleh Pemprov DKI. Kerjasama dengan Google pun tengah direncanakan untuk lebih memaksimalkan promosi pariwisata lewat game tersebut. Pemprov juga mengajak wisatawan datang ke tempat-tempat wisata di Jakarta untuk sekaligus berberburu Pokemon selain juga menikmati berwisata.

Dalam akun Facebook Jakarta Smart City sudah di-posting ajakan untuk mengisi akhir pekan di Balai Kota dan Monas sambil menangkap Pokemon. Balai Balai Kota bisa dikunjungi setiap Sabtu-Minggu dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, sedangkan Monas di akhir pekan ini buka hingga jam 24.00 WIB.

“Dan bagi Anda yang ingin berburu Pokemon, banyak Pokestop dan Pokegym di antara kedua tempat wisata ini,” tulis Jakarta Smart City di laman Facebook-nya.

Tak ketinggalan, Museum Nasional yang juga menjadi Pokestop mengajak wisatawan untuk ramai-ramai mencari Pokemon serta berbagai item seperti Pokeball di sana. Sambil mencari Pokemon, pengunjung bisa sembari melihat-lihat isi di dalam Museum Nasional pula.

“Kalau Pokemon itu hanya memanfaatkan trend saja untuk bagian promosi. Kita harap mereka ke sini nggak cuma berburu Pokemon saja, tapi juga ikut menikmati dan menjaga koleksi yang kita punya” tutur Kepala Humas Museum Nasional, Dedah Rufaedah Sri Handari, Rabu (13/7).

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button