Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Maksimal untuk Salat Idulfitri di Jakarta
Apel Opersi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monas (Foto: Humas Polri)
El John News, Jakarta-Kepolisian Daerah Metro Jaya menyiapkan langkah pengamanan menyeluruh guna memastikan pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Jakarta dan sekitarnya berlangsung aman dan tertib. Strategi ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya.
Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang akan digunakan sebagai lokasi salat Id. Dari hasil pendataan, terdapat sedikitnya 133 masjid yang akan menggelar salat Idulfitri di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Dari jumlah tersebut, sepuluh masjid masuk dalam kategori prioritas karena diperkirakan akan dipadati jemaah dalam jumlah besar. Sementara itu, ratusan masjid lainnya tetap mendapatkan pengamanan dengan skala yang disesuaikan.
“Seluruh lokasi pelaksanaan salat Idulfitri menjadi perhatian kami. Pengamanan difokuskan pada masjid-masjid utama tanpa mengabaikan titik lainnya”
Pengamanan tidak hanya terpusat di area tempat ibadah. Kepolisian juga memperluas pengawasan ke sejumlah titik strategis seperti stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, hingga pusat perbelanjaan dan kawasan ekonomi yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas selama libur Lebaran.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan, mencegah potensi gangguan keamanan, serta memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, baik saat arus mudik maupun arus balik.
Selain itu, sektor keuangan juga menjadi perhatian. Sebanyak 471 kantor perbankan dan 164 kantor pegadaian turut mendapatkan pengamanan guna mengantisipasi tindak kriminalitas yang kerap meningkat menjelang hari raya.
Seluruh pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat 2026, operasi terpadu yang digelar setiap tahun untuk menjaga situasi keamanan selama Ramadan hingga Idulfitri. Dalam pelaksanaannya, Polda Metro Jaya mengerahkan 6.812 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Operasi tersebut berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026, mencakup pengamanan arus mudik, malam takbiran, pelaksanaan salat Id, hingga arus balik.
Asep menegaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan dan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Kami mengedepankan langkah preventif dan humanis agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas selama Lebaran,” katanya.
Di sisi lain, kepolisian mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga keamanan lingkungan. Warga diimbau tetap waspada terhadap barang bawaan serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Bagi masyarakat yang meninggalkan rumah saat mudik, diingatkan untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, seperti mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan dan berkoordinasi dengan tetangga atau pengurus lingkungan.
Dengan kesiapan personel dan perencanaan yang matang, Polda Metro Jaya optimistis pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
Upaya pengamanan berlapis ini diharapkan mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif sepanjang periode Lebaran di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
