Prabowo Panggil Menteri ESDM Bahas Transisi Energi dan Negosiasi Saham Freeport

0
IMG-20250915-WA0060-1024x683

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka pada Senin (15/9/2025), usai rapat terbatas bersama sejumlah menteri terkait. Pertemuan tersebut membahas dua agenda strategis nasional, yakni percepatan pembangunan energi terbarukan serta perkembangan negosiasi penambahan saham pemerintah di PT Freeport Indonesia.

Salah satu topik utama yang menjadi fokus dalam pertemuan adalah program percepatan transisi energi, terutama melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur energi surya secara masif yang menyasar wilayah pedesaan.

Menteri Bahlil menyebut bahwa proyek ini akan membangun sistem panel surya dengan kapasitas besar di setiap desa. “Kita ingin membangun panel surya satu desa bisa sampai 1 hingga 1,5 gigawatt. Ke depannya, total kapasitas yang ingin dibangun berkisar antara 80 sampai 100 gigawatt,” ungkap Bahlil kepada awak media setelah pertemuan.

Skala proyek yang direncanakan ini tergolong ambisius, mengingat kapasitas produksi industri panel surya nasional saat ini hanya mampu memproduksi sekitar 5 gigawatt per tahun. Karena itu, pemerintah mengakui perlunya kolaborasi dengan pihak luar negeri.

Dalam rangka merealisasikan proyek energi surya tersebut, pemerintah secara terbuka mengundang investor asing untuk terlibat. Meski demikian, keterlibatan investor luar negeri tetap diarahkan untuk berkolaborasi dengan perusahaan nasional dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk PT PLN (Persero) sebagai salah satu aktor kunci dalam sektor kelistrikan nasional.

“Proyek sebesar ini tidak mungkin kita kerjakan sendiri. Maka dari itu, investor asing akan kita libatkan, tapi tetap kita arahkan agar mereka bermitra dengan pengusaha nasional dan BUMN kita. Ini momentum untuk membangun kemandirian energi nasional sekaligus memperkuat struktur industri dalam negeri,” jelas Bahlil.

Pemerintah menekankan bahwa pembangunan energi terbarukan tidak hanya menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga sebagai strategi untuk membuka lapangan kerja, mempercepat elektrifikasi desa, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional di masa depan.

Selain membahas transisi energi, Presiden Prabowo dan Menteri ESDM juga mendiskusikan perkembangan negosiasi dengan PT Freeport Indonesia. Sebelumnya, pemerintah telah mencapai kesepakatan awal untuk meningkatkan kepemilikan saham sebesar 10 persen. Namun dalam pembicaraan terbaru, Bahlil mengungkap adanya peluang penambahan saham yang lebih besar dari kesepakatan awal.

“Ada perkembangan positif dalam negosiasi. Awalnya kita sepakati tambahan saham 10 persen, tapi dalam pembicaraan tadi ada potensi kita bisa memperoleh lebih dari itu. Saya ditugaskan Presiden untuk mempercepat komunikasi dan jika kesepakatan tercapai, maka bisa dipertimbangkan kelanjutan kontrak Freeport di Indonesia,” jelas Bahlil.

Penambahan saham di Freeport dinilai strategis dalam memperkuat kontrol negara atas sumber daya alam nasional. Pemerintah berupaya agar setiap keputusan yang diambil memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi negara dan masyarakat, termasuk kontribusi dalam pendapatan negara, pengembangan wilayah Papua, serta transfer teknologi dan manajemen tambang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *