Presiden Erdogan Sentil Netanyahu, Dunia Jadi Korban
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidatonya dihadapan politisi Parta AK, 26 Maret 2026 (Foto: tangkapan layar Youtube Presiden Recep Tayyip Erdogan)
El John News-Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, memperingatkan bahwa konflik yang melibatkan Iran kini telah meluas dan berpotensi menjadi krisis global. Hal tersebut disampaikan Erdogan melalui akun Youtube resminya, yang diposting pada Rabu (25/3/2026).
Menurut Erdogan, perang yang dipicu oleh kebijakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tidak lagi terbatas pada dampak regional. Ia menilai efek konflik tersebut telah dirasakan oleh masyarakat dunia secara luas.
“Meski ini adalah perang Israel, seluruh dunia yang harus membayar harganya. Ini adalah perang Netanyahu untuk kelangsungan politiknya, namun delapan miliar manusia yang menanggung akibatnya”
Erdogan menegaskan bahwa eskalasi kekerasan harus segera dihentikan demi menjaga stabilitas kawasan dan kemanusiaan. Ia juga menyerukan peran aktif negara-negara di dunia untuk mengambil langkah tegas.
“Jaringan kekerasan yang dipimpin Netanyahu harus segera dihentikan, demi perdamaian kawasan dan kemanusiaan. Setiap negara harus mengambil sikap yang berani dan proaktif”
Selain itu, Erdogan mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menolak narasi konflik yang didasari kebencian. Ia menegaskan bahwa Turki akan tetap mengedepankan nilai-nilai perdamaian dalam menyikapi situasi ini.
“Kami tidak akan menyerah pada bahasa kekerasan, kebencian, dan permusuhan, melainkan menjunjung cinta, perdamaian, dan persaudaraan,” katanya.
Di sisi lain, Erdogan memastikan bahwa Turki tetap berhati-hati dalam menyikapi dinamika yang berkembang agar tidak terseret ke dalam konflik yang lebih luas.
“Kami mengelola proses ini dengan kehati-hatian dan ketenangan, tanpa kehilangan prinsip persaudaraan dan hubungan bertetangga yang baik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas kawasan dengan mencegah upaya perpecahan antar kelompok di Timur Tengah.
“Visi kawasan bebas teror kami juga menghalangi rencana pihak-pihak yang ingin membangun dinding perpecahan antara Turki, Kurdi, Arab, dan Persia,” lanjut Erdogan.
Ketegangan di kawasan sendiri meningkat sejak operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap target Iran pada 28 Februari, yang berkaitan dengan isu program nuklir dan rudal Teheran. Situasi semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah posisi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, dengan ledakan dilaporkan terjadi di beberapa negara.
