Presiden Jawab Kritik MBG: Ini Investasi, Bukan Pemborosan

0
presidenri.go.id-21072026151753-6a5f2b310433a4.63414251

residen Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto angkat bicara terkait banyaknya serangan dan kritik yang dialamatkan kepada dirinya atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Presiden, berbagai tudingan tersebut tidak hanya menyebut program MBG sebagai bentuk pemborosan anggaran negara, tetapi juga mengaitkannya dengan pelemahan kondisi ekonomi, mulai dari nilai tukar rupiah hingga pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, memberi makan untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan,” kata Presiden Saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

“Kita dituduh pemborosan, kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah, alasannya karena boros,” sambungnya.

Presiden menegaskan pemerintah akan tetap melanjutkan program tersebut karena dinilai menjadi investasi penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan produktif.

“Kita mau beri makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, banyak sebagian besar tidak makan saat berangkat sekolah,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, kebijakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan belajar dalam kondisi yang sehat. Ia menilai investasi pada pemenuhan gizi akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Di sisi lain, Presiden  mempertanyakan mengapa kritik justru lebih banyak diarahkan kepada program yang ditujukan bagi masyarakat kecil. Ia menilai perhatian publik seharusnya juga diberikan terhadap berbagai praktik penyimpangan ekonomi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar.

Presiden berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat dipahami sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas manusia Indonesia, sekaligus menjadi fondasi untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *