Presiden Jokowi Optimistis Ekonomi Indonesia Tahun 2024 Tumbuh Baik

0
WhatsApp-Image-2024-02-20-at-2.18.37-PM-1

Presiden Joko Widodo membagikan optimisme yang kuat terhadap prospek ekonomi Indonesia pada tahun 2024, di Pertemuan Industri Jasa Keuangan. Acara prestisius ini diadakan di Ballroom The St. Regist, Jakarta, pada Selasa, (20/04/2024).

Dalam pidatonya, Presiden mengungkapkan beberapa pencapaian yang mengesankan dalam pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

“Ekonomi Indonesia masih tumbuh dengan sangat baik, mencapai 5,05 persen, sementara inflasi tetap terjaga di angka 2,57 persen. Cadangan devisa negara kita masih stabil di angka USD145 miliar, dengan surplus neraca perdagangan mencapai USD36 miliar atau setara dengan sekitar Rp570 triliun. Bahkan, defisit transaksi berjalan kita juga berhasil berubah menjadi surplus sebesar 0,16 persen. Angka-angka seperti ini seharusnya memberi kita optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia di tahun 2024,” ujar Presiden dengan penuh keyakinan.

Namun demikian, Presiden Jokowi juga memberikan peringatan kepada semua pihak yang terlibat dalam sektor jasa keuangan untuk tetap waspada menghadapi dinamika ekonomi global yang cepat berubah dan dampak disrupsi teknologi yang makin masif.

“Kita perlu banyak belajar dari masa lalu, seperti krisis finansial Asia pada tahun 1998 dan krisis keuangan global tahun 2008. Bahkan, kasus jatuhnya Silicon Valley Bank juga menjadi pembelajaran bagi kita semua tentang pentingnya menjaga stabilitas industri keuangan dan ekonomi kita,” tegas Presiden.

Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya menjaga agar pertumbuhan ekonomi bersifat inklusif dan berkelanjutan, serta meningkatkan tingkat inklusi dan literasi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.

“OJK harus terus memperkuat inklusi dan literasi keuangan. Saat ini, tingkat inklusi keuangan kita mencapai 75 persen dan tingkat literasi keuangan masih sekitar 65 persen pada tahun 2023,” tambahnya.

Lebih jauh lagi, Kepala Negara juga memberikan dorongan untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui sektor perbankan dan asuransi, dengan menyatakan perlunya strategi untuk meningkatkan akses kredit perbankan bagi UMKM.

“Kredit perbankan untuk UMKM saat ini masih di angka 19 persen. Kita perlu mencari inovasi dan strategi baru untuk meningkatkan akses kredit perbankan bagi UMKM sehingga sektor ini dapat terus tumbuh dengan baik,” lanjut Presiden.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada acara tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk terus menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan inklusi keuangan, dan mendukung pertumbuhan UMKM sebagai salah satu pilar utama dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Dengan kerjasama dan koordinasi yang baik antara pemerintah, regulator, dan pelaku bisnis, Indonesia diharapkan dapat menghadapi berbagai tantangan ekonomi global dengan lebih baik dan mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *