Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri May Day 2026 di Monas

0
IMG_1897-1024x768

Presiden Prabowo Subianto hadiri peringatan Hari Buru Internasional 2025 di Monas (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang akan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026. Informasi kehadiran Presiden ini disampaikan  Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Qodari, menyampaikan bahwa keikutsertaan Presiden dalam agenda tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga menindaklanjuti aspirasi buruh melalui kebijakan konkret.

“Presiden Prabowo insyaallah diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026,” ujar Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak memposisikan diri berseberangan dengan kalangan pekerja. Menurutnya, pemerintah hadir sebagai pelindung buruh sekaligus menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap sehat.

“Kalau dunia usahanya tidak sehat, tidak bisa gajian. Demikian pula sebaliknya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Cris Kuntadi, mengungkapkan bahwa tema May Day tahun ini adalah

“Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan tagline “Satu tekad, satu tujuan, sejahtera bersama.”

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia bersama Partai Buruh memutuskan untuk memusatkan peringatan May Day di Monas setelah melakukan pertemuan dengan Presiden pada 28 April 2026. Keputusan ini sekaligus mengubah rencana awal yang semula akan menggelar aksi di Gedung DPR RI.

Presiden KSPI, Said Iqbal, menegaskan bahwa peringatan May Day bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.

“Dari 11 isu yang kami sampaikan, ada beberapa yang langsung mendapat respons dari Presiden,” ujarnya.

Perayaan di Monas diperkirakan akan dihadiri sekitar 50 ribu buruh dari KSPI, sementara total peserta dari berbagai serikat pekerja lainnya diprediksi mencapai 100 ribu orang. Selain di Jakarta, peringatan Hari Buruh juga akan berlangsung serentak di lebih dari 350 kota yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.

KSPI turut mengimbau para pekerja yang mengikuti kegiatan untuk menjaga ketertiban dan menghindari tindakan anarkis selama berlangsungnya acara. Dalam momentum tersebut, sejumlah tuntutan akan disuarakan, mulai dari pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan sistem outsourcing dan upah murah, perlindungan terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga reformasi kebijakan pajak yang dinilai lebih berpihak pada pekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *