Presiden Prabowo: Indonesia Siap Hadapi Dampak Terburuk Konflik Timur Tengah

0
Presiden memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang dihadiri oleh seluruh Menteri, Wakil Menteri, se

Presiden Prabowo Subianto memberikan kata pengantar saat memimpin rapat sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, 13 Maret 2026 (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia siap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk akibat meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah, menurutnya, telah menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Dalam arahannya, Prabowo mengibaratkan Indonesia seperti sebuah kapal yang tengah berlayar di lautan penuh tantangan. Meski dihadapkan pada berbagai risiko global, ia menilai Indonesia memiliki kekuatan besar untuk mengatasi setiap krisis jika dikelola dengan baik.

“Kapal yang namanya Republik Indonesia ini mengarungi lautan yang penuh karang, penuh bahaya. Tapi kita menghadapi tantangan ini dengan kesiapan, bahkan untuk skenario yang paling buruk. Negara kita punya kekuatan besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya”

Presiden meyakini Indonesia memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai krisis besar sebelumnya. Karena itu, ia optimistis situasi global yang menantang justru dapat memperkuat fondasi ekonomi dan mempercepat agenda transformasi nasional.

Menurutnya, tekanan krisis global dapat menjadi momentum untuk mempercepat langkah-langkah strategis yang selama ini telah direncanakan pemerintah, terutama di sektor ketahanan pangan dan energi.

“Krisis justru bisa mempercepat rencana transformasi kita. Kita akhirnya dipaksa melakukan akselerasi terhadap strategi yang sudah kita siapkan,” katanya.

Salah satu fokus utama pemerintah, lanjut Prabowo, adalah mempercepat transisi menuju energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada energi impor. Indonesia dinilai memiliki banyak sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ia menyebut sejumlah potensi energi yang dimiliki Indonesia, mulai dari bahan bakar berbasis kelapa sawit, etanol dari tebu, hingga bioenergi dari singkong dan jagung. Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi energi panas bumi, tenaga air, hingga tenaga surya yang sangat besar.

“Kita punya kelapa sawit yang bisa diubah menjadi solar, bisa menjadi etanol. Kita juga bisa dari tebu, singkong, dan jagung. Kita punya geotermal yang besar, tenaga air, hingga mini hidro. Potensinya sangat banyak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya secara masif.

Pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas energi surya hingga 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan. Untuk mewujudkan target tersebut, dibutuhkan sekitar 100 ribu hektare lahan yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur energi.

Presiden menyebut laporan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang menunjukkan ketersediaan lahan yang cukup besar untuk mendukung program tersebut.

“Di Jawa Barat saja kita memiliki sekitar 67 ribu hektare lahan. Bahkan BUMN melalui Perhutani memiliki sekitar 800 ribu hektare lahan di Pulau Jawa yang berpotensi dimanfaatkan,” katanya.

Selain energi terbarukan, pemerintah juga tengah mengembangkan potensi energi fosil baru yang ditemukan di wilayah Andaman. Menurut Prabowo, ladang gas besar di kawasan tersebut telah ditemukan dan akan segera dikembangkan.

Ia mengatakan proyek tersebut akan dikerjakan oleh perusahaan energi Mubadala Energy dalam waktu dekat untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Dengan berbagai potensi tersebut, Prabowo menegaskan Indonesia memiliki banyak pilihan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan energi di tengah ketegangan geopolitik global.

“Banyak negara tidak punya pilihan ketika terjadi krisis. Tapi kita bersyukur Indonesia memiliki banyak alternatif energi dan sumber daya yang bisa kita manfaatkan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *