Presiden Resmikan Bandara Depati Amir dan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang

0
PG1

Kunjungan Kerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Bangka Belitung (Babel) dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dan tiba di Bandara Depati Amir pada pukul 09.30 WIB langsung disambut Gubernur Babel, Erzaldi Rosman bersama Melati Erzaldi didampingi Ketua DPRD Babel,Didit Srigusjaya, Kapolda Babel, Brigjen Pol Istiono, Danrem 045 gaya, Kolonel Inf Dadang Arif Abdurahman.

Presiden Jokowi dengan style sederhananya, mengenakan baju putih lengan panjang dan celana hitam bersama Ibu Negara Hj. Iriani Jokowi didampingi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Presiden RI beserta rombongan didamping Gubernur Erzaldi langsung menuju VVIP Bandara bersama Muhammad Awaluddin selaku Direktur Utama Angkasa Pura II.

” Sebagai Operator Bandara yang ditunjuk Pemerintah. Bandara Depati Amir merupakan bandara dengan nilai penerbangan tinggi dan juga harus didukung dengan meningkatkan faktor keamanan serta keselamatan dan tentunya kenyamanan untuk masyarakat,” ujar Muhammad Awaluddin memberikan paparan singkat miniatur Bandara Depati Amir dihadapan Presiden RI beserta rombongan.

Setelah itu, Presiden RI beserta rombongan menuju ruang Check in bandara untuk meresmikan Bandara Depati Amir dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Belitung yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Presiden Jokowi pada Kamis (14/3/2019).

Tepat pukul 10.00 setelah penandatangan Prasasti Presiden RI didamping, Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata, Menko Bidang Perekonomian , Menteri Sosial, Kepala Staf Kepresidenan, Gubernur Babel Erzaldi dan Ketua DPRD Babel menghampiri Awak Media.

Presiden Jokowi kepada para awak Media Nasional dan Lokal mengatakan, Terminal Bandara Depati Amir sudah sangat representatif dan harus dibangun kembali dengan kapasitas 3 juta penumpang di sayap kanannya.

“Bandara Depati Amir di Bangka Belitung ini, kalau kita lihat sudah sangat representatif untuk sekarang, dengan kapasitas 1,5 juta. Tetapi, penumpangnya sudah lebih hingga 2 juta, sehingga ini dibangun lagi sebelah kanan dengan kapasitas 3 juta penumpang, dan ditargetkan tahun 2020, ini selesai,” ungkap orang nomor satu di Republik Indonesia ini.

selanjutnya Presiden juga memerintahkan untuk membangun sayap kiri Terminal Depati Amir dengan penambahan kapasitas 2 juta penumpang, sehingga seluruh Bandara nantinya memiliki kapasitas 5 juta penumpang.

“Kita harus mendahului pertumbuhan penumpang yang tumbuh sangat baik di Babel ini. Kita harapkan dengan siapnya sarana terminal di Bandara Depati Amir ini, wisatawan akan semakin banyak,” jelasnya.

Jokowi sapaan akrabnya mengharapkan dengan pengembangan sarana Terminal Depati Amir ini. ekonomi bisa tumbuh, kunjungan wisata ke Babel akan semakin meningkat. apalagi dengan adanya KEK Tanjung Kelayang Belitung.

“Dengan adanya KEK Tanjung Kelayang Belitung ini , PAD naik hingga 300 % dan dampak Pariwisata ini kelihatan sekali. wisatawan akan banyak datang ke Babel,nanti akan dibuka lagi KEK lainnya di Bangka ada KEK Tanjung Gunung dan KEK Pantai Timur,” terang Jokowi.

Selesai meresmikan Bandara Depati Amir dan KEK Tanjung Kelayang di Ruang Chek In Bandara Depati Amir, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, dan rombongan didampingi Gubernur Erzaldi bersama Melati Erzaldi, menyerahkan sebanyak 2.500 Sertipikat Tanah kepada masyarakat di Pulau Bangka, yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah.

Penyerahan Sertipikat Tanah oleh Presiden didampingi Gubernur Babel Erzaldi Rosman, di GOR Sahabuddin, dilakukan secara simbolis kepada kepada 12 orang perwakilan penerima sertipikat tanah dari dari Kabupaten /Kota yang ada di Pulau Bangka.

Setelah menyerahkan Sertipikat Tanah kepada 2500 masyarakat di GOR Sahabudin, Presiden Jokowi melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya yaitu menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat di Pulau Bangka, yang dilaksanakan di STIMIK Atmaluhur, Pangkalpinang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *