Produksi Beras 2025 Tertinggi, Indonesia Pastikan Tanpa Impor hingga Akhir Tahun

0
WhatsApp Image 2025-11-08 at 10.32.35 AM

Tahun 2025 menjadi titik penting bagi kemandirian pangan nasional. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatat capaian bersejarah: produksi beras meningkat signifikan tanpa ketergantungan pada impor, sementara stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diperkirakan mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade terakhir.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa peningkatan produksi tahun ini merupakan hasil kerja terpadu lintas sektor. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), total produksi beras nasional naik sebesar 4,1 juta ton, menjadikannya capaian tertinggi sejak penyesuaian data pertanian pada 2019.

“Kami selalu berhitung dengan hati-hati dan moderat. Berdasarkan data BPS, produksi tahun ini meningkat 4,1 juta ton, tertinggi sejak perubahan basis data tahun 2019. Ini menunjukkan bahwa sektor pangan kita kini berada di jalur yang benar,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, belum lama ini.

Amran menegaskan bahwa produksi beras nasional kini telah kembali ke tren positif setelah sempat menurun beberapa tahun lalu. Pada 2019, data BPS sempat merevisi angka produksi beras nasional dari 50 juta ton menjadi 31,31 juta ton. Kini, produksi 2025 telah mencapai 34,77 juta ton, dan menurutnya, “kenaikannya menjadi yang tertinggi dalam sejarah modern pertanian Indonesia.”

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis stok pangan nasional akan tetap aman tanpa mengandalkan impor. Hingga akhir tahun, stok CBP diproyeksikan melampaui 3 juta ton, atau dua kali lipat dari rata-rata stok dalam lima tahun terakhir.

“Kondisi ini sangat ideal untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras. Proyeksi kami, hingga akhir Desember stok CBP akan berada di atas 3 juta ton, tertinggi dalam lima tahun terakhir,” tegas Amran.

Untuk mengantisipasi kebutuhan penyimpanan yang meningkat, pemerintah melalui Perum Bulog akan membangun 100 gudang baru senilai Rp5 triliun mulai Januari 2026. Langkah ini bertujuan memperkuat cadangan nasional dan efisiensi distribusi beras ke seluruh wilayah Indonesia.

“Pembangunan gudang ini kami percepat. Targetnya, semester kedua tahun 2026 seluruh fasilitas bisa beroperasi,” kata Amran.

Berdasarkan data historis Bapanas, sejak 2008 belum pernah ada stok CBP yang melebihi 3 juta ton tanpa bantuan pasokan impor. Pada 2008, stok akhir tahun hanya mencapai 1,1 juta ton, dan pada 2009 sebesar 1,6 juta ton. Bahkan di periode 2019–2021, stok CBP tanpa impor berkisar antara 0,8 hingga 2,2 juta ton saja.

Kini, stok per 7 November 2025 mencapai 3,923 juta ton, terdiri atas 3,743 juta ton CBP dan 180,1 ribu ton stok komersial. Selama 2025, Bulog telah menyerap 3,264 juta ton beras dalam negeri, yang sebagian besar dialokasikan untuk program stabilisasi dan bantuan sosial.

Amran menjelaskan bahwa penyaluran CBP ke masyarakat melalui berbagai program sudah mencapai lebih dari 1 juta ton. Program tersebut meliputi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan beras, penanganan bencana, serta dukungan bagi golongan anggaran seperti PNS.

“Dalam dua bulan terakhir, harga beras mulai turun secara bertahap. Namun kami tidak berpuas diri. Operasi pasar akan terus digencarkan sampai harga benar-benar stabil,” ujar Amran.

Program SPHP ini juga diawasi ketat oleh Satgas Pengendalian Harga Beras, yang terdiri atas unsur Polri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Bapanas, Bulog, dan pemerintah daerah. Hingga 6 November, Satgas telah melakukan lebih dari 5.000 kegiatan pengawasan di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Kami bersyukur, sampai saat ini Indonesia belum mengimpor beras satu pun. Insyaallah, hingga akhir tahun pun tidak ada impor,” tegas Amran optimistis.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas kinerja kementerian dan lembaga yang berhasil menjaga kemandirian pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan strategis.

“Alhamdulillah, pemerintah bergerak cepat dan hasilnya nyata. Produksi pangan kita tertinggi, dan cadangan nasional juga terbesar dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Presiden Prabowo saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Prabowo menegaskan bahwa capaian ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari fase baru menuju kedaulatan pangan nasional. Pemerintah berkomitmen memperkuat sistem produksi, infrastruktur logistik, serta kesejahteraan petani agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras di masa mendatang.

“Ini bukti kerja keras semua pihak,  petani, pemerintah, dan rakyat. Kita buktikan bahwa Indonesia mampu swasembada,” tegas Presiden.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *