Promosikan Bali Aman, Para Dubes Negara Sahabat Diajak Nikmati Bali
100 delegasi yang terdiri dari duta besar, perwakilan negara sahabat, dan pimpinan lembaga internasional diajak oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation untuk menikmati destinasi wisata di Bali. Acara ini digelar mulai tanggal 23 hingga 25 Februari 2018.
Selama tiga hari, para delegasi mengikuti serangkaian acara yang disiapkan. Acara tersebut yakni Welcome Dinner di Taman Bhagawan (23/2), “Ring of Fire Tour” ke Tirta Gangga, Kintamani dan Tegalalang (24/2), “Sincia With Love” Gala Dinner di Pulau Peninsula The Nusa Dua (24/2). Minggu (25/2) pagi dilaksanakan dengan Sunday Morning Golf di Bali National Golf Club, Spa di M Spa serta kegiatan lain di Museum Pasifika dan Bali Collection. The Nusa Dua menjadi pusat kegiatan ini melalui penyediaan akomodasi bagi seluruh peserta.
Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation ITDC Abdulbar M. Mansoer mengaku senang acara berjalan dengan lancar dan para delegasi merasa puas atas jamuan ini. Abdulbar berharap setelah mengikuti acara, para delegasi dapat merekomendasikan Pulau Dewata sebagai tujuan wisata yang aman dan mengesankan.
“Kami ingin memperlihatkan bahwa Bali dan kawasan ini sangat aman dan siap untuk dikunjungi setiap saat oleh wisatawan,” katanya saat gala dinner, Minggu, 25 Februari 2018.
Hal senada juga disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Ri Abdurrachman Fachir saat membuka jamuan makan malam. Fachir berharap para duta besar negara sahabat ikut mempromosikan pariwisata Bali sebagai upaya pemulihan pascaerupsi Gunung Agung.
“Kami memanfaatkan para duta besar untuk melihat sendiri dan menyebarkan informasi yang benar tentang Bali,” kata Fachir.
Menurut Fachir, kehadiran para duta besar yang diundang khusus berlibur di Bali itu diharapkan dapat meredam informasi tidak benar terkait Pulau Dewata yang sempat membuat kunjungan wisatawan mancanegara menurun pascaerupsi Gunung Agung.
Ia juga mengharapkan dokumentasi para diplomat perwakilan mancanegara itu dalam bentuk foto atau video selama berlibur di Bali juga menyebar atau menjadi viral di media sosial seperti instagram, twitter atau situs laman perwakilan negara bersangkutan.
