PSMTI Anugerahkan Penghargaan kepada Wamen Irene Umar atas Dedikasi di Bidang Inovasi dan Pendidikan

0
fefb91db-02d5-412b-a91f-991dcd354e58

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, menerima PSMTI Award 2025 dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) atas kiprahnya dalam bidang pendidikan, inovasi, dan transformasi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Umum PSMTI, Peng Suyoto, bersama jajaran Pengurus Pusat PSMTI di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta Pusat, pada Rabu (5/11/2025).

Irene Umar menjadi salah satu dari delapan generasi muda Tionghoa penerima PSMTI Award 2025, sebuah ajang penghargaan bergengsi yang diberikan kepada tokoh muda Tionghoa berprestasi dan berkontribusi nyata bagi bangsa di berbagai bidang.

Kunjungan PSMTI ke Kemenparekraf berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Turut hadir mendampingi Sekum PSMTI, Wakil Ketua Panitia Rakernas XXI & HUT XXVII PSMTI sekaligus WKU Departemen Organisasi, Hukum, HAM dan Advokasi Johnny Situwanda, Ketua Umum Perwanti Helga Abraham, Deputy Chairman MCorp Taufik, serta sejumlah pengurus pusat PSMTI lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus wadah bertukar gagasan antara komunitas sosial Tionghoa dengan pemerintah, khususnya dalam memperkuat peran masyarakat dalam pengembangan ekonomi kreatif, pendidikan, dan kegiatan sosial budaya.

“PSMTI terus membuka ruang kolaborasi lintas sektor untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami percaya bahwa gotong royong adalah kekuatan bangsa ini,” ujar Peng Suyoto.

Dalam kesempatan itu, Peng Suyoto menjelaskan kiprah organisasi yang kini berusia 27 tahun tersebut. PSMTI hadir dan aktif di 37 provinsi dan 308 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan fokus kegiatan di bidang sosial, budaya, dan pendidikan.

“Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi bangsa melalui program-program nyata. Tahun ini, kami menjalankan program Dapur Makanan Bergizi Gratis dan pembangunan Jembatan Gantung bagi masyarakat di wilayah terpencil,” kata Peng Suyoto.

Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-27, PSMTI menargetkan pembangunan 37 jembatan di seluruh Indonesia sebagai simbol kontribusi dan solidaritas sosial lintas daerah.

Peng Suyoto menambahkan bahwa PSMTI akan terus mendorong keterlibatan masyarakat Tionghoa Indonesia dalam pembangunan nasional, sejalan dengan semangat kebangsaan dan nilai kemanusiaan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Kami tidak hanya hadir untuk komunitas Tionghoa, tapi untuk seluruh bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan, penghargaan seperti PSMTI Award bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga ajakan untuk memperluas peran sosial dan kontribusi generasi muda di berbagai sektor strategis.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kunjungan serta penghargaan yang diberikan oleh PSMTI. Ia menilai, penghargaan tersebut bukan hanya bentuk pengakuan personal, tetapi juga refleksi dari kerja kolektif seluruh insan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi kiprah PSMTI yang selama ini aktif berperan dalam kegiatan sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Semoga ke depan, kita bisa bersinergi lebih kuat dalam menciptakan inovasi dan peluang kreatif bagi generasi muda Indonesia,” ujarnya.

Menurut Irene, kolaborasi antara komunitas seperti PSMTI dan pemerintah dapat memperkuat fondasi ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Saya memandang penghargaan ini bukan semata untuk saya, melainkan untuk semua pelaku ekonomi kreatif yang telah bekerja keras membangun sektor ini. Kolaborasi adalah bahan bakar utama untuk menciptakan perubahan,” tambahnya.

Irene menegaskan pentingnya menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru (the new engine of growth). Ia menyebutkan bahwa sektor ini tidak hanya berperan sebagai penggerak inovasi, tetapi juga sebagai jembatan antara kreativitas, bisnis, dan keberlanjutan.

“Visi kita jelas, menjadikan ekonomi kreatif sebagai motor utama pertumbuhan nasional. Ini bukan sekadar jargon, melainkan strategi konkret menuju Indonesia yang lebih kompetitif, mandiri, dan berdaya pada tahun 2045,” tegasnya.

Wamen Irene juga mengajak seluruh pelaku industri kreatif untuk menguatkan kolaborasi lintas komunitas, dunia usaha, dan pemerintah, agar nilai ekonomi dari kreativitas dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Acara penyerahan penghargaan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan simbolis cenderamata dari PSMTI kepada Wamenparekraf Irene Umar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *