PSMTI Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Siapkan Dapur di Seluruh Daerah

0
Untitled

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menyatakan komitmennya untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak. Hal ini disampaikan oleh Ketua Harian II PSMTI, Djoni Toat, dalam keterangannya usai Musyawarah Provinsi (Musprov) PSMTI DKI Jakarta pada Sabtu (31/5/2025).

Menurut Djoni, PSMTI sebagai organisasi sosial memiliki program-program dari kepengurusan pusat yang kerap diimplementasikan di berbagai daerah, dan MBG akan menjadi fokus baru yang sedang dipersiapkan secara serius.

“Kami memang ada program-program pusat yang biasanya diimplementasikan di daerah-daerah. Untuk ke depan ini, kita sedang mempersiapkan juga program pemerintah untuk makanan bergizi gratis,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, PSMTI merencanakan pembangunan dapur-dapur umum di berbagai wilayah untuk mendukung MBG. Program ini akan dikoordinasikan langsung oleh pengurus pusat, bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), agar pelaksanaannya tepat sasaran dan sesuai dengan standar pemerintah.

“Kami sedang berkoordinasi dengan BGN, dan kelihatannya banyak juga yang berminat. Tapi memang kami masih perlu pemahaman teknis lebih dalam soal pelaksanaan di lapangan,” jelas Djoni.

Djoni menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan hingga 32.000 titik dapur MBG di seluruh Indonesia. Namun, hingga saat ini target tersebut belum sepenuhnya tercapai. Ia berharap PSMTI bisa menjadi bagian dari solusi dalam memperluas cakupan program ini.

“Kami mendengar pemerintah membutuhkan sekitar 32 ribu titik dapur. Sampai saat ini mungkin belum terpenuhi. Nah, kami mudah-mudahan bisa berkontribusi untuk memenuhi target-target itu bersama komponen bangsa yang lain,” tambahnya.

Untuk itu, PSMTI mendorong seluruh pengurus daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk ambil bagian dalam program ini. Dukungan tak hanya dalam bentuk pelaksanaan, tapi juga dalam bentuk pengawasan, penggalangan dana, hingga penyediaan infrastruktur.

“Kami motivasi semua pengurus daerah untuk ikut ambil bagian. Titik-titik dapur tentu tidak hanya di Jakarta saja, dan kami juga siap membantu mencarikan bentuk dapurnya, termasuk permodalannya bila dibutuhkan,” tegasnya.

Djoni menambahkan bahwa PSMTI telah membentuk tim khusus yang bertugas mengkoordinasi pelaksanaan MBG ini.

“Kami sudah bentuk grup khusus yang menangani MBG ini. salah satunya Ibu Helga yang akan mengoordinasikan ke daerah-daerah. Kami lihat banyak daerah sudah mulai tertarik, hanya saja mereka mungkin belum paham teknis pelaksanaannya. Itu yang akan kami supervisi,” katanya.

Dengan langkah konkret ini, PSMTI menunjukkan komitmennya sebagai organisasi yang tidak hanya peduli pada komunitas Tionghoa, tetapi juga pada kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Dukungan terhadap MBG menjadi bukti nyata bahwa organisasi sosial memiliki peran penting dalam menyukseskan program-program strategis pemerintah demi masa depan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *