PSMTI Gelar Baksos Untuk Bantu Korban Banjir Jabodetabek

0
IMG_20200109_112325

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) mengadakan kegiatan baksos yang bertujuan untuk menolong masyarakat yang menjadi korban banjir di Jabodetabek. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai Rabu hingga Jum’at (8-10/1/2020).

Hengky Jita, Waketum Departemen Sosial mengatakan bahwa PSMTI, dimulai sejak 8 hingga 9 Januari sudah melakukan kegiatan baksos ini di 4 titik yang terdampak banjir. 4 titik itu, 2 berada di Bekasa Utara, Cililitan, dan juga di Bidakaracina.

” Saat ini merupakan tempat ke empat, sebelumnya di tanggal 8 Januari kita sudah ke Bekasi Utara. Disana ada 2 titik. Untuk sekarang di tanggal 9 kami juga ada dua titik yaitu di Cililitan dan di Bidakaracina,” ujar hengky saat ditemui tim EL JOHN News di, Bidakara, Kel Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2020).

“Sedangkan, untuk di tanggal 10 kami akan lakukan kegiatan ini di Tangerang,” ujar Hengky menambahkan.

Hengky menuturkan, bahwa tempat yang menjadi tujuan kegiatan baksos ini tidak dipilih. Semuanya itu bersifat dadakan, para panitia pun menyiapkan semuanya hanya dalam dua hari.

“Untuk pemilihan  tempat ini kita sifatnya instan saja, darimana saja kita mendapatkan refrensi ada mitra kita yang bisa menyalurkan, kita segera koordinasikan. Karena sifatnya ini kan mendadak jadi kita tidak ada waktu untuk merencanakan. Jadi dalam waktu dua hari kita sudah mempersiapkan semuanya.” Kata Hengky.

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bukti kepedulian PSMTI untuk para masyarakat yang menjadi korban banjir. Hengky menambahkan, bahwa ada sekitar 1200 hingga 1500 bingkisan yang siap dibagikan kepada warga-warga yang terdapat di titik-titik lokasi yang menjadi tujuan baksos PSMTI.

Hengky pun memberikan alasan mengapa pihak PSMTI memberikan bingkisan yang berisi makanan siap di konsumsi, menurutnya para warga yang terdampak banjir pasti lelah karena pasca kejadian ini mereka harus membereskan rumah mereka. Jadi, dengan makanan yang siap konsumsi tersebut mereka tidak prlu lagi repot untuk memasaknya.

“Makanan dan minuman yang kami siapkan merupakan yang siap saji. Hal itu karena mereka kan sudah lelah jadi kita langsung menyiapkan yang langsung bisa dimakan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu Korban banjir di wilayah Bidakaracina yaitu Leha, sangat senang mendapatkan bantuan. Ia menjelaskan bahwa banjir yang ada ditempatnya sangatlah tinggi bahkan menenggelamkan tiap rumah, jadi membuat stok makanan yang ada dirumahnya habis.

“stok makanan ga ada sama sekali, sampai suami saya rela-rela berenang sampe kedepan untuk minta ambil makanan,” katanya.

Saat banjir, Leha menjelaskan bahwa dirinya dan keluarga berada di lantai 3 rumahnya. Karena di lantai 2 rumahnya pun sudah sampai sedada orang dewasa. Ia pun sempat khawatir dengan kesehatan anaknya yang masih bayi.

“Saya sama keluarga yang berjumlah 4 orang ga mengungsi, kebetulan masih ada lantai 3. Jadi kami berdiam disana,” ungkapnya.

“Anak saya si gatel-gatel doang kulitnya pada merah, ayahnya pun sama.” ungkap Leha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *